Karena Kamu Kurang Percaya

Renungan Sabtu 11 Agustus 2018

Bacaan: Hab. 1:12-2:4Mzm. 9:8-9,10-11,12-13Mat. 17:14-20

KARENA KAMU KURANG PERCAYA

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, ?maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. (Mat. 17:20)

Beberapa tahun yang lalu, saya terpaksa harus ditahan oleh yang berwajib selama empat hari tiga malam karena harus bertanggungjawab atas kelalaian tidak menempelkan kode pada produk-produk yang pada waktu itu menjadi tanggungjawab saya.

Sebenarnya hal itu bukanlah kesalahan saya. Tetapi karena saya yang diserahi tanggungjawab, maka seharusnyalah saya yang sesuai jabatan harus menerima konsekuensi apabila ada yang tidak beres. Saya bukannya tidak melakukan sesuatu sejak ancaman penahanan itu saya ketahui. Saya berupaya melakukan pembuktian, pendekatan, sampai kepada negosiasi supaya apabila harus ada yang dikorbankan itu tidak banyak dan tidak perlu harus ada penahanan, karena pasti saya yang harus mengalaminya. Sedangkan saat itu adalah bulan ketiga setelah saya menjalani operasi batu ginjal, sehingga kondisi dan daya tahan tubuh masih belum sempurna kembali. Hari ketiga saya mulai drop, saya menghadap yang berwenang untuk meminta kebijaksanaan sehubungan dengan keluhan saya. Tetapi ditolak, seakan tak peduli apapun risiko yang bisa saja terjadi pada saya akibat kondisi yang drop itu. Saya pun merasa tertolak, tak berdaya, tidak ada lagi yang dapat saya upayakan.

Di saat itulah Tuhan menyadarkan, ketika saya merasa lemah tak berdaya, Dia bertanya: “Di mana imanmu? Sekian hari kamu pontang-panting ke sana ke mari, seakan-akan kamu bisa dengan cara, usaha dan maumu menyelesaikan persoalan ini?” Ya Tuhan! Sungguh saat itu saya terkesima, lunglai karena sadar betapa saya telah meninggalkan Dia. Meskipun putaran Rosario tidak pernah lepas dari jari-jemariku sepanjang hari. Tetapi rupanya imanku hanya sebatas mengakui Dia sebagai Tuhan dan berdoa saja. Imanku masih “cetek” sekali. Sebab Yesus tak berbatas kuasa-Nya, Dia maha segalanya.

Iman kepada Yesus adalah harapan dalam kepastian. Seandainya saya sejak awal permasalahan itu menyerahkan persoalan kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya dengan iman yang teguh bahwa semua ada di dalam tangan-Nya, pasti tidak akan terjadi proses yang demikian rumit sampai kepada penahanan. Lupa, ragu, sok bisa, semaunya, membenturkan saya pada jalan buntu dan saat itu saya disadarkan.

Iman seringkali teruji ketika kita menghadapi persoalan yang rumit, yang sulit diputuskan, sulit menentukan pilihan, dsb. Yang muncul adalah kekuatiran. Keraguan bahwa ada Yesus yang jauh lebih besar dari segala permasalahan. Sebab ketika iman kita kepada Yesus menjadi kerdil, tidak ada kuasa Ilahi di dalam diri kita. Maka keputusan atau tindakan yang kita ambil menjadi atas nama pribadi, versi pribadi dan bukan dari Yesus, itulah mengapa persoalan tidak selesai secara tuntas seperti yang Tuhan kehendaki. Mat. 17:20a menyatakan bahwa para murid kurang percaya ketika mereka tidak berhasil menyembuhkan orang yang kerasukan. Mat. 14:28-31 menyatakan bahwa Petrus tenggelam karena takut ketika  terkena tiupan angin pada saat berjalan di atas air menyongsong Yesus. Kedua ayat ini dan masih banyak lagi kita temukan tindakan para murid yang mencerminkan adanya kekuatiran, ketakutan, tidak percaya, keraguan, sehingga mereka tidak memiliki kuasa untuk melakukan tindakan. Kita pun tanpa sadar mengalaminya. Mari kita mohon kepada Tuhan, supaya iman kita terus bertumbuh, semakin teguh percaya bahwa Yesus adalah segalanya, bahwa Yesus sanggup dengan segala kuasanya.

Doa: Tuhan Yesus, betapa seringnya kami meragukan Engkau, melupakan Engkau, bertindak sendiri seakan kami mampu. Padahal tidak satu hal kecil pun dapat kami lakukan tanpa kehendak-Mu, tanpa kuasa dari-Mu. Tidak ada perbuatan sekecil apapun dapat kami lakukan atas nama diri sendiri, semua kuasa berasal dari-Mu dan atas kehendak-Mu. Tolonglah kami ya Yesus, tambahkanlah iman kami agar semakin teguh percaya mengandalkan Engkau. Seratus persen Tuhan kami harus beriman kepada-Mu, maka Engkau akan menurunkan kuasa Ilahi-Mu dan terjadilah apa yang Engkau sabdakan melalui Mat. 17:20 bila kami memiliki iman sebesar biji sesawi saja kamiakan  mampu memindahkan gunung, boleh terjadi melalui kami dalam nama-Mu. Amin. Terimakasih Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus memberkati.

ANS

Hasil gambar untuk matthew 17:20