Kadang Tahu – Kadang Ragu

Renungan Kamis 9 Agustus 2018

Bacaan: Yer. 31:31-34Mzm. 51:12-13,14-15,18-19Mat. 16:13-23

“KADANG TAHU – KADANG RAGU”

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat. 16:15-16)

Pengalaman pribadi Petrus dalam hal mengenal Yesus seperti orang yang sedang berselancar di samudra raya. Ketika berada di puncak ombak, semua dapat dilihat dengan jelas. Tetapi ketika berada di bawah ombak, pandangan jadi terbatas.

Demikianlah dalam perjalanan iman kita. Kadang-kadang, keyakinan akan siapakah Tuhan Yesus dalam hidup, terasa begitu kuat dan jelas. Dalam peristiwa dan pengalaman tertentu, kehadiran dan karya Tuhan begitu nyata, sama sekali tidak menimbulkan keraguan. Seperti dalam pengalaman pribadi saya beberapa waktu lalu, ketika terpeleset dan jatuh tertelentang, saya yakin akan adanya “sebuah tangan” yang menopang kepala saya sehingga tidak terbentur keras ke pinggiran tajam anak tangga. Dalam peristiwa itu, tanpa keraguan sedikitpun saya menyatakan bahwa Tuhan-lah yang menopang saya.

Namun dalam situasi-situasi lain, seakan kehadiran Tuhan tak tampak jelas. Semua terlihat samar dan membingungkan. Pertimbangan-pertimbangan pribadi, kekuatiran dan ketakutan-ketakutan – (biasanya diawali dengan kata: “Jangan-jangan ……”) – membuat tidak dapat memahami kemauan dan rencana Tuhan dengan jelas.

Apakah yang sebaiknya kita perbuat agar tetap teguh dan tidak kehilangan pandangan terhadap Tuhan yang pasti selalu hadir?

  • Menjaga hati tetap murni secara sadar. (Berbahagialah mereka yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah – Mat. 5:8). Hati yang maha luas seringkali tergoda untuk menyimpan sampah-sampah yang terbawa oleh arus pengalaman pahit atau negatif. Jangan terlengah dengan membiarkan sampah-sampah mengendap membusuk dan mengaburkan pandangan kepada Tuhan.
  • Bagikanlah situasi dengan “teman perjalanan Emaus” agar dapat saling meneguhkan. (Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita …. – Luk. 24:32).  Setiap orang beriman mengalami pergumulan masing-masing, dengan saling membagikan cerita pengalaman – bukan berkhotbah atau menasihati – yang tetap berfokus kepada kehadiran Tuhan yang diyakini (sekalipun kadang tak tampak jelas), akan menyingkapkan selubung-selubung yang menghalangi dan membuahkan sukacita dan semangat baru.

Semoga dua hal sederhana ini dapat membantu kita untuk menjawab tegas dan penuh iman: “Engkau adalah MESIAS”, ketika Dia bertanya: “apa katamu, siapakah Aku ini?”

Doa: Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku ya Tuhan, dan jangan pernah biarkan aku sendirian dalam masa-masa yang membingungkan. Amin. 

– ips –

Gambar terkait