I don’t Need Your Warning

Renungan Sabtu 4 Agustus 2018, Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney

Bacaan: Yer. 26:11-16,24Mzm. 69:15-16,30-31,33-34Mat. 14:1-12

I DON’T NEED YOUR WARNING!!

Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. (Mat. 14:5)

Suatu teguran ternyata dapat berakibat buruk, bahkan fatal. Teguran dapat pula merusak suatu persahabatan. Hari ini kita dihadapkan pada suatu kenyataan yang sering terjadi; bahwa suatu teguran yang asalnya dimaksudkan sebagai peringatan untuk tidak melakukan kesalahan, bisa ditanggapi dengan kemarahan. Herodes yang ditegur Yohanes karena kesalahannya mengambil istri saudaranya, ternyata bukannya mengakui kesalahannya, tetapi malah ingin membunuh Yohanes. 

Mengakui kesalahan membutuhkan suatu kerendahan hati, karena hal itu berarti menyatakan bahwa ‘aku ini tidak sempurna, masih lemah’. Ini alasan Herodes mulai membenci Yohanes.

Marilah kita coba mengingat perasaan kita saat ditegur seseorang karena kesalahan kita. Sekalipun dalam hati nurani yang terdalam kita tahu kita memang salah, seringkali kita malu mengakuinya. Rasa malu ini memicu kita untuk menyangkal, bahkan sampai membenci orang yang menegur kita. 

Membutuhkan ketaatan besar untuk menerima kebenaran-kebenaran Allah dalam hidup kita; menuntut pengesampingan ego kita untuk menjadikan nilai kebenaran Allah berkuasa atas kita. Namun baiklah kita sadar, tanpa pengorbanan ego ini, kita tidak mungkin masuk dalam Kerajaan Allah. Bila kita ingin mengalami damai dan sukacita melimpah dalam hidup ini, kita harus menempatkan kehendak Allah di tempat yang paling utama. Mampukah kita?

Doa: Ya, Bapa, buka hati kami agar kami dapat mengakui kebenaran Firman-Mu dan melakukan-Nya dalam hidup kami. Amin. (HCLK)