Empat Mata

Renungan Rabu 15 Agustus 2018

Bacaan: Yeh. 9:1-7; 10:18-22Mzm. 113:1-2,3-4,5-6Mat. 18:15-20

EMPAT MATA

Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. (Mat. 18:15)

Setiap kali saya membaca ayat ini, seperti Tuhan ingatkan saya untuk berhati-hati dalam laku dan kata-kata. Tuhan ingin saya berkata benar dan melakukan segala yang benar seturut kehendak-Nya. Kehadiran-Nya mengingatkan saya, bahwa Ia sangat mengasihi saya. Bukan untuk menghukum, tetapi  karena kasih-Nya yang tulus kepada saya.

Sebagai seorang ibu yang mengasihi anaknya selalu siap untuk melindungi dan menolong anaknya tanpa memperdulikan keselamatannya sendiri. Saya teringat akan pengalaman seseorang ketika masih kecil. Saat itu zaman perang, apabila ibunya mendengar suara sirene tanda kedatangan musuh, maka ibu mereka memanggil ketiga anaknya dan bersikap telungkup di atas ketiga anaknya seakan ingin melindungi mereka dari bahaya. Seperti seekor induk ayam melindungi anak-anaknya saat mereka dalam bahaya.

Dalam Matius 8 ayat 15, Tuhan menyatakan ingin melindungi setiap anak-Nya agar dia selamat. Oleh karena itu Tuhan minta supaya kita berani menegur saudara yang berbuat dosa, agar Tuhan mendapatkan dia kembali. Tuhan tidak ingin kita mempermalukan orang yang berdosa, sehingga meminta kita menegurnya empat mata. Karena kalau kita menegur orang tersebut di hadapan banyak orang, kita tidak menyelamatkan dia, tetapi kita telah mempermalukan dan memojokkan dia, bahkan mencelakakan dia. 

Doa: Tuhan, ampunilah saya yang lebih mudah menghakimi dan menceritakan keburukan dan dosa orang lain daripada menutupinya serta mendoakan dia agar berubah dan bertobat oleh karena rahmat pertobatan yang Kau anugerahan kepadanya. Berilah saya keberanian untuk menegurnya empat mata agar Engkau mendapatkannya kembali. Terima kasih Tuhan. Amin. (JW)

Gambar terkait