Berjaga Siap Sedia

Renungan Kamis 30 Agustus 2018

Bacaan: 1Kor. 1:1-9Mzm. 145:2-3,4-5,6-7Mat. 24:42-51

BERJAGA SIAP SEDIA

Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan. (1Kor. 1:5)

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. (Mat. 24:42.46)

Pada bulan Agustus ini telah terjadi gempa beberapa kali di pulau Lombok, ada ratusan korban meninggal dan ribuan orang luka-luka. Jalanan terbelah, bangunan ambruk, rumah ibadah hancur berantakan. Padahal seminggu sebelum bencana tersebut saya dan keluarga sedang menikmati liburan yang menyenangkan, pemandangan yang indah, suasana yang santai menikmati deburan ombak di pantai pulau Lombok. Saya masih tidak percaya kalau gereja tempat saya merayakan misa pada hari minggu tersebut rusak, plafon hancur dan semuanya menjadi berantakan.

Demikian pula hari kedatangan Tuhan akan terjadi pada waktu yang tak disangka-sangka, bisa saja terjadi pada saat kita sedang berlibur, sedang memasak, sedang bekerja atau sedang tidur nyenyak.

Tuhan telah menyediakan satu tempat yang indah kekal yaitu Yerusalem baru. Dan pada waktu-Nya Ia akan datang menjemput kita pada waktu yang tak disangka-sangka seperti gempa bumi di atas.

Bagaimanakah persiapan kita? Sudahkah kita senantiasa selalu berjaga siap sedia? Sudahkah kita semakin hari semakin memberi diri diubah seperti Kristus. Kalau kita mau membuka diri, tidak berkeras hati, rendah hati, mau diajar dan mau belajar terus (saat kita merasa sudah bisa, saat itulah kita berhenti belajar), maka kasih karunia-Nya akan dicurahkan kepada kita sehingga kita berkelimpahan dalam perkataan dan segala macam pengetahuan akan Kristus, dan iman kita makin bertumbuh dan kita makin ditarik masuk dalam kepada kekudusan, kesucian, kelayakan, dengan demikian janji Tuhan digenapi bahwa kita akan kedapatan tak bercacat pada hari kedatangan-Nya.

Doa: Tuhan Yesus aku mau melekat erat terus kepada-Mu, tinggal dalam firman-Mu, tolonglah sadarkan aku jika aku mulai melekat pada hal-hal yang fana seperti kekayaan, kesuksesan, popularitas, pujian dan hormat dari manusia, lekat dengan aktivitasku, pelayananku dan hiburan jasmani maupun rohani. Dan sadarkan aku untuk terus berjaga siap sedia menunggu kedatangan-Mu menjemputku menuju Yerusalem baru. Amin. (-ppt-)

Gambar terkait