Mujizat Itu Nyata

Renungan Minggu 29 Juli 2018

Bacaan: 2Raj. 4:42-44Mzm. 145:10-11,15-16,17-18Ef. 4:1-6Yoh. 6:1-15

MUJIZAT ITU NYATA

Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. (Yoh. 6:11)

Mujizat penggandaan lima roti dan dua ikan yang dilakukan Tuhan Yesus untuk memberi makan lima ribu laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak, seringkali menimbulkan pro dan kontra dalam penafsirannya, ada yang menyatakan dengan tegas bahwa itu sungguh-sungguh mujizat, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, tetapi ada juga yang menyatakan bahwa inti teks Injil itu merupakan ajakan Tuhan untuk berbagi.

Saya pribadi pernah mendengar khotbah dengan penafsiran ini, yang menyatakan bahwa mereka semua sebenarnya membawa makanan, tetapi karena “sungkan” atau rasa malu sama lain, mereka tidak mengeluarkan makanan, lalu ketika petang tiba ada anak kecil mengeluarkan makanan, lalu akhirnya mereka mengeluarkan makanan dan saling berbagi satu sama lain.

Sebagai awam yang berkeluarga dan mempunyai anak-anak kecil, mendengar penafsiran semacam ini, hati saya bergumul yang namanya anak-anak kecil paling tidak bisa menahan lapar dan haus, juga tidak kenal kata “sungkan”. Bisa dibayangkan orang banyak itu berbondong-bondong mengikuti Yesus, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan yang dilakukan Yesus terhadap orang-orang sakit (Yoh. 6:2), mereka terpesona kepada Yesus yang mengajar dan berkhotbah dengan penuh kuasa, mereka mengikuti dan mendengarkan Dia. Tentu mereka tidak berpikir mempersiapkan bekal, dsb. Seandainya membawa bekal, yang namanya anak-anak kalau lapar pasti spontan akan minta dan merengek kepada orang tuanya. Saya rasa penafsiran semacam ini, bahwa mereka membawa bekal dan “sungkan” mengeluarkan makanan, adalah penafsiran yang tidak logis dan terlalu mengada-ada.

Dalam iman, maka kita percaya bahwa apa yang dilakukan Tuhan Yesus menggandakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak, adalah sungguh-sungguh mujizat. Dan Gereja mengajarkan bahwa melalui mujizat penggandaan roti ini, Tuhan Yesus akan mengantar kita ke dalam misteri yang lebih dalam, yaitu pemberian diri-Nya dalam Ekaristi, yaitu dalam pengajaran selanjutnya, ketika Yesus mengajar tentang Roti Hidup (Yoh. 6:25-59).

“Mukjizat perbanyakan roti menunjukkan lebih dahulu kelimpahan roti istimewa dari Ekaristi-Nya (Mat. 14:13-21; 15:32-39). Tuhan mengucapkan syukur, memecahkan roti dan membiarkan murid-murid-Nya membagi-bagikannya, untuk memberi makan kepada orang banyak. Tanda perubahan air menjadi anggur di Kana (Yoh. 2:11) telah memaklumkan saat kemuliaan Yesus. Ia menyampaikan penyempurnaan perjamuan pernikahan dalam Kerajaan Bapa, di mana umat beriman akan minum (Mrk. 14:25) anggur baru, yang telah menjadi darah Kristus”. (Katekismus Gereja Katolik 1335).

Bagaimanapun apa yang ditulis para penulis Injil mengenai penyembuhan, pengusiran roh jahat dan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah nyata dan tentunya juga mempunyai arti yang lebih dalam secara rohani.

Semua penyembuhan, pengusiran roh jahat, tanda-tanda dan mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, menyatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh Mesias, Yesus sungguh-sungguh hidup dan Yesus sungguh-sungguh Tuhan. Melalui penyembuhan, pengusiran setan dan mujizat-mujizat ini, secara konkret mau menyatakan bahwa Allah sungguh-sungguh hidup, Dia mau peduli dan selalu hadir dan bertindak dengan kuasa dan kasih-Nya dalam kehidupan seluruh umat manusia.

“Tuhan Yesus, Engkau Tuhan dan Allah kami yang hidup. Terima kasih karena Engkau mau peduli dengan kami dan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kami, walau di tengah kelemahan, dan badai kehidupan, Engkau sanggup melakukan segala perkara untuk menjadikan semuanya baik dan berkenan di hadapan-Mu. Tuhan Yesus, ulurkanlah tangan-Mu dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat dalam nama-Mu, agar semakin banyak orang mengalami kasih-Mu yang melampaui segala pengertian. Amin” (ET)

Gambar terkait