Hal Mengikut Yesus

Renungan Senin 2 Juli 2018

Bacaan: Am. 2:6-10,13-16Mzm. 50:16bc-17,18-19,20-21,22-23Mat. 8:18-22

HAL MENGIKUT YESUS

Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” (Mat. 8:19-21)

Banyak orang yang ingin mengikuti Yesus dengan berbagai motivasi. Ada yang benar-benar tulus dan sungguh sungguh untuk menjadi murid dan meneladani semua cara berpikir, cara hidup, visi dan misi Yesus di dunia; namun banyak pula yang motivasi mengikuti Yesus agar hidupnya dipermudah, dihindarkan dari berbagai kesulitan, tantangan, penderitaan-penderitaan, hidupnya selalu diberi banyak rezeki, kesuksesan-kesuksesan, kesehatan dan harta yang berlimpah dan sebagainya.

Atas permintaan ahli Taurat itu, Yesus mengatakan bahwa serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, sedang Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Jawaban Yesus tersebut ingin menjelaskan bahwa mengikuti Yesus bukannya mudah, bukan untuk mencari pemenuhan segala bentuk kepentingan, kenikmatan, kekayaan, kedudukan, pangkat atau ketenaran diri sendiri, tetapi orang diminta berani keluar dari dirinya sendiri, dan keluar untuk melihat, peduli, menolong sesamanya yang lain terutama orang-orang yang lemah, menderita, miskin, tidak berdaya dan disingkirkan.

Syarat yang diajukan Yesus itu menjadi berat karena kita diminta untuk meninggalkan hawa nafsu, keinginan, kenikmatan dan ego, dan itu adalah harta benda berharga bagi orang kebanyakan. Hidup sederhana dalam segala keterbatasan atau bahkan hidup dalam ancaman dan bahaya, sehingga orang harus hidup berpindah-pindah dan sampai sampai untuk tidur pun tidak ada tempat yang layak, semua itu diperlukan karena mengikuti Yesus berarti kita siap untuk melayani sesamanya. Hal ini memerlukan tekad, keberanian dan kesungguhan.

Ada dua kelompok bagaimana orang menanggapi panggilan dan mengikuti Yesus:

1. Kelompok pertama
Luk. 15:11-24 perumpamaan anak yang hilang. Dikisahkan seorang anak yang ingin mencari kebahagiaan hidupnya lalu dia meminta harta warisan dari ayahnya yang masih hidup. Setelah mendapat harta tersebut, ia hidup berfoya foya untuk menandakan bahwa ia bahagia. Setelah hartanya habis ia jatuh miskin dan mengalami hidup yang sangat susah, sampai untuk makan pun ia harus berebut makanan dengan babi. Menyadari dan menyesali cara hidupnya yang salah itu, ia segera teringat kembali ketika hidup dengan ayahnya yang pengasih, ia segera bertobat dan pulang kembali ke rumah ayahnya. Marahkah sang ayah? Ternyata tidak, dari kejauhan sang anak melihat ayahnya menyambut dengan tangan yang terbuka, penuh suka karena anaknya yang hilang telah kembali.

2 . Kelompok kedua
Why. 3:20, Yesus berdiri dan mengetuk pintu, tetapi pintu tidak dibukakan.
Mat. 19:16-26, perumpamaan tentang orang muda yang kaya.

Pada kelompok yang pertama artinya pendosa datang dan Tuhan ada di situ dan menyambutnya.
Pada kelompok yang kedua artinya Tuhan ada di situ tetapi manusia tidak mau datang.

Demikian juga dalam bacaan Injil di atas, Tuhan ada di situ, tetapi salah seorang  murid tidak mau datang dan ia lebih memilih dan berdalih untuk menguburkan ayahnya. Setiap orang selalu merindukan keselamatan dari Tuhan Allah, tetapi keselamatan itu memerlukan respon dari pihak manusia.

Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita termasuk kelompok yang pertama atau kelompok kedua?

Salam dan doa.

FX. SANTOSO TANUDJAJA

Hasil gambar untuk MENGIKUTI yESUS