Gandum Yang Baik

Renungan Selasa 31 Juli 2018, Peringatan Wajib St. Ignasius dari Loyola

Bacaan: Yer. 14:17-22Mzm. 79:8,9,11,13Mat. 13:36-43

GANDUM YANG BAIK

Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (Mat. 13:43)

Shalom Saudara terkasih,

Perikop yang kita bahas pada hari ini membahas tentang pola kehidupan di dunia saat ini,yang dianalogikan dengan gandum dan lalang yang hidup bersama di ladang. Karena keduanya tumbuh bersama-sama, maka sebelum masa menuai, lalang yang mengganggu tumbuhnya gandum tidak boleh dicabut. Gandum dan lalang dikondisikan tumbuh bersama-sama, tetapi pada masa menuai, keduanya tidak akan mendapatkan perlakuan yang sama. Yang akan dituai adalah gandum, sedangkan lalang akan dikumpulkan untuk dibakar dalam api.

Dalam dunia ini, orang-orang benar hidup bersama-sama orang-orang yang menyesatkan dan yang melakukan kejahatan. Secara kasat mata sulit membedakan manakah yang sungguh-sungguh orang-orang benar dan yang sungguh-sungguh penyesat. Itulah sebabnya untuk sementara waktu sampai Kristus datang, para penyesat dan pembuat kejahatan dibiarkan hidup bersama orang-orang benar. Namun orang-orang benar harus bertahan sampai musim menuai dan akan muncul sebagai pemenang, bercahaya bagaikan matahari dalam Kerajaan Bapa. Apa yang harus kita buat?

Bertahan hidup dalam kekudusan tidaklah mudah, kita butuh kekuatan agar tidak terbawa arus dunia. Memiliki relasi yang erat dengan Bapa dalam doa dan rajin membaca Sabda Allah membuat kita memiliki fondasi yang kuat, terarah dan kokoh. Serta memiliki komunitas Kristiani yang bertumbuh sangatlah dibutuhkan untuk menunjang iman kita, dan pada akhirnya melakukan pelayanan sebagai wadah untuk melayani Tuhan dan sesama adalah 4 unsur yang sangat kita butuhkan untuk menjalankan roda kehidupan kita sehari-hari yang didasari atas kuasa Roh Kudus.

Semoga dengan kehidupan yang memiliki kualitas iman yang baik, hidup kita dapat menjadi garam dan terang bagi sesama. Sehingga dunia akan melihat dan  dapat membedakan antara gandum dan lalang. Sehingga dunia akan mengenal dan  memuliakan Bapa kita yang ada di sorga.

Doa: Allah Bapa, kami bersyukur atas cinta dan kasih-Mu dalam hidup kami. Engkau selalu merindukan agar anak-anak-Mu memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di sorga, dengan selalu menaburkan sabda-Mu dalam hidup kami agar kami semakin mengenal dan menyerupai Engkau. Semoga kami selalu menjaga kualitas iman kami untuk  menjadi gandum yang berkualitas baik dan bermanfaat bagi sesama kami. Amin. (IP)                                                                                                                            

Hasil gambar untuk matthew 13:43