Bersyukur

Renungan Rabu 18 Juli 2018

Bacaan: Yes. 10:5-7,13-16Mzm. 94:5-6,7-8,9-10,14-15Mat. 11:25-27

BERSYUKUR

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Mat. 11:25)

Pada Injil hari ini Yesus mengajarkan kepada kita bagaimana hendaknya rasa syukur, rasa terima kasih selalu ada dalam diri kita. Dalam Injil Matius 11 ayat 25 berisikan ucapan syukur Yesus. Dari apa yang dilakukan Yesus ini, kita bisa belajar beberapa hal.

Pertama, setiap kali kita datang kepada Allah melalui pujian maupun doa baiklah kita memandangnya sebagai Bapa dan bersandarlah pada–Nya, bukan hanya untuk mohon belas kasihanNya melainkan juga untuk mengucap syukur atas belas kasihan yang sudah kita terima. 

Kedua, ketika datang kepada Allah sebagai Bapa, kita juga harus ingat bahwa Dia adalah Tuhan langit dan bumi. Hal ini mewajibkan kita untuk menghampiri-Nya dengan rasa hormat. Bukan hanya dengan rasa hormat terhadap Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu tetapi juga dengan keyakinan bahwa Dia sebagai Allah mampu melakukan apapun yang kita perlukan. Sebab Dialah Allah yang melindungi kita dari segala kejahatan dan memberi kita segala kebaikan.

Pada saat bersyukur kepada Bapa, Yesus juga menyampaikannya dengan wajah sebagai seorang anak yang sangat mengasihi Bapa-Nya karena Bapa juga sangat mengasihi-Nya. Ini mengungkapkan sebuah relasi pribadi yang sangat mendalam antara Bapa dan Putra. Relasi yang begitu akrab antara Yesus dan Bapa ditambah dengan ucapan syukur ini membuat kita bertanya-tanya di dalam diri kita masing-masing.

Apakah kita sebagai pengikut Kristus juga merasakan kedekatan dan keakraban dengan Bapa?

Apakah kita juga merasakan kedekatan dan keakraban dengan sesama kita atau belum sepenuhnya?

Apakah kita juga sudah bisa bersyukur kepada Tuhan dalam segala situasi, baik suka maupun duka?

Itulah pertanyaan-pertanyaan sebagai refleksi pribadi kita. Karena seringkali terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita mengalami peristiwa yang menyenangkan, menggembirakan, rezeki melimpah maka kita mudah bersyukur. Sebaliknya ketika mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan, banyak kesedihan, ekonomi seret dan sebagainya maka kita bersungut-sungut, menyalahkan Allah, tidak bisa mengucapkan terima kasih.

Hari ini kita semua dibarui oleh Yesus untuk tidak pernah berhenti bersyukur kepada Allah atas semua anugerah-Nya. Allah punya rencana untuk menyelamatkan kita dan hendaknya syukur itu tidak pernah berhenti dari dalam diri kita. Entah siapakah diri kita, kita percaya bahwa Tuhan juga menjadikan kita menjadi berkat bagi sesama. Bersyukurlah senantiasa.

Doa: Tuhan kami bersyukur dan berterima kasih kepada-Mu karena pada hari ini Engkau sekali lagi menyapa kami dengan sabda-Mu. Ajarilah kami untuk senantiasa bersyukur dan berterima kasih setiap waktu kehidupan kami kepada-Mu sebagai Tuhan pencipta dan juga kepada sesama kami. Amin. (EH)

Image result for thankful