Jangan Kotori Bait Allah

Renungan Jumat 1 Juni 2018

Bacaan: 1Ptr. 4:7-13Mzm. 96:10,11-12,13Mrk. 11:11-26

JANGAN KOTORI BAIT ALLAH

“Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah“ (Mrk 11:15)

Kita semua tahu bahwa fungsi Bait Allah adalah tempat orang percaya berkumpul untuk berdoa, memuji dan menyembah Allah serta mendengarkan kebenaran firman Tuhan, tempat kita menjumpai dan dijumpai oleh Tuhan. Itulah yang menjadi alasan mengapa Tuhan Yesus  menindak tegas setiap orang yang menyalahgunakan bait Allah tersebut.

Dikatakan dalam Injil Markus bahwa Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah, meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya dan Ia tidak mengijinkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Hal tersebut dilakukan Yesus karena Dia melihat bahwa fungsi Bait Allah sebagai rumah doa berubah menjadi pusat perdagangan. Selain Bait Allah menjadi kotor karena digunakan berjual beli, yang terutama Yesus menjadi sangat marah karena Dia melihat para Imam dan ahli-ahli Taurat membiarkan perdagangan itu terjadi. Tidak seharusnya Bait Allah dipergunakan sebagai ajang untuk bisnis atau tempat mencari uang, mengeruk keuntungan secara materi. Bahkan kemungkinan besar para Imam dan ahli-ahli Taurat itu mendapatkan komisi dari praktik jual beli ini. Di sini kita juga melihat para Imam dan pedagang memanfaatkan nama Allah untuk mencari keuntungan diri. Kenajisan dan pemerasan sering terjadi, bahkan telah lama dibiarkan oleh para Imam. Apa yang terjadi di Bait Allah menjadi bukti bahwa mereka telah mencemarkan kekudusan dan kehormatan Allah.

Yesus marah bukan karena membenci orang-orang itu tapi Ia hendak menegaskan dan mengingatkan bahwa Bait Allah adalah rumah doa yang adalah kudus. Tubuh kita juga adalah Bait Allah, karena itu kita harus menjaga dan memeliharanya supaya tetap berkenan di hadapan Tuhan. Jangan sampai kita pergunakan  untuk melakukan perbuatan-perbuatan cemar yang menyimpang dari kebenaran. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Banyak umat Allah menghabiskan waktu dan hidupnya pada persoalan duniawi daripada melakukan latihan rohani, seperti menyangkal diri, kemurahan hati, mengejar kebijaksanaan dan sebagainya. Tanpa disadari kita telah mengotori Bait Allah dalam diri kita seperti yang dikatakan-Nya dalam ayat 17 “Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun?”

Memang tidak mudah kita menjaga kekudusan tubuh kita karena tubuh kita masih terbuat dari daging yang sangat lemah. Dengan kekuatan sendiri pun kita tidak akan mampu hidup kudus, tetapi ada Roh Kudus yang akan menolong kita. Ingatlah bahwa kekudusan itu mutlak harus dimiliki oleh orang Katolik, sebab tanpa kekudusan tidak ada seorang pun dapat melihat Allah. Jadi marilah kita jaga tubuh kita dari kecemaran dosa agar tetap kudus. Tuhan memberkati.

Doa : Tuhan Yesus, utuslah Roh Kudus-Mu untuk bertahta dalam setiap hati kami agar kami mampu menjaga kekudusan tubuh kami. Dengan kekuatan Roh Kudus kami mampu menolak segala macam bentuk kejahatan dan godaan duniawi sehingga tubuh kami terhindar dari kecemaran dosa. Amin. (EH)

Gambar terkait