Jadilah Seperti Yang Engkau Percaya

Renungan Sabtu 30 Juni 2018

Bacaan: Rat. 2:2,10-14,18-19Mzm. 74:1-2,3-5a,5b-7,20-21Mat. 8:5-17

JADILAH SEPERTI YANG ENGKAU PERCAYA

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. (Mat. 8:13)

Ada sebuah pertanyaan seorang Romo dalam homilinya yang menggelitik hati saya. Demikian pertanyaannya, “Sering kita berkata dengan mulut, saya percaya kepada Tuhan. Tetapi adakah kita sungguh mempercayakan diri pada Tuhan?”

Sejak saat itu, saya sering merefleksikan dalam hidup saya. Terutama saat mengalami cobaan dan masalah, benarkah saya berserah pada Tuhan, dengan mengucap syukur bahwa semua itu Tuhan izinkan terjadi demi kebaikan saya? Ternyata lebih sering, saya sebagai manusia, lebih berpusat pada keterbatasan diri daripada percaya pada Tuhan yang mampu menjadikan semua indah pada waktu-Nya. Akibatnya ada ketakutan, khawatir, cemas, ketidakpastian, dll., sehingga dalam hati tidak ada damai, sukacita. Bahkan sering menyalahkan orang lain, situasi, keadaan, dengan mencari kambing hitam, tanpa menyadari bahwa saat itu, adalah saat Tuhan memberi kesempatan pada saya untuk mempraktekkan firman Tuhan. Syukur Tuhan telah mengingatkan saya melalui homili tersebut.

Bersyukur juga karena teladan Bunda Maria yang rendah hati mengatakan, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Juga ungkapan iman Elisabeth, “Berbahagialah ia yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Saya teringat pengalaman pribadi kakak Ibu saya terhadap saya pada saat saya berusia sebelas bulan. Menurut cerita Ibu saya, saat itu saya baru belajar jalan. Saya yang dilahirkan setelah orang tua menikah sebelas tahun membuat orang tua saya sangat mengkhawatirkan keadaan saya. Saat itu saya sangat kurus karena diare yang tidak berhenti. Sudah berobat ke dokter tetapi tidak kunjung sembuh. Lalu tante saya yang Katolik mengatakan pada orang tua saya untuk mendoakan saya di gereja dan apabila sembuh untuk dibaptis. Karena orang tua saya bukan Katolik, mereka seperti tidak punya harapan lagi, maka mereka menyetujui. Tuhan menjawab kerinduan orang tua saya. Bacaan hari itu sama dengan bacaan hari ini. Imannya saat mendengar bacaan itu tumbuh, yakin saya sembuh, dan terjadilah menurut firman-Nya. Saya menjadi sembuh.

Doa: Tuhan ampuni saya yang sudah mengalami penyembuhan dari-Mu, tetapi masih sering kurang dapat mempercayakan diri pada-Mu. Tambahkan imanku karena sebenarnya Engkau yang telah memikul kelemahanku dan menanggung penyakitku. Amin. (JW)

Image result for centurion servant people