Boleh atau Tidak

Renungan Selasa 5 Juni 2018

Bacaan: 2Ptr. 3:12-15a,17-18Mzm. 90:2,3-4,10,14,16Mrk. 12:13-17

BOLEH ATAU TIDAK

……….Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” (Mrk. 12:14).

Saya teringat masa kecil anak-anak saya. Ketika mereka ingin naik sepeda motor padahal umurnya belum cukup, mereka bertanya, “Ma, boleh enggak saya naik sepeda motor?” Kita juga sering bertanya kepada para Imam dengan pertanyaan yang sama, “Romo, boleh atau tidak saya datang ke gereja sesekali terlambat?” Atau, “Romo, boleh apa tidak saya menerima komuni padahal hidup saya masih dalam dosa?” dan  pertanyaan-pertanyaan lain. Jawaban pertanyaan ini tidak cukup dijawab dengan boleh atau tidak boleh, namun membutuhkan pemahaman yang dimengerti sesuai dengan daya tangkap kita masing-masing.

Bagi orang Farisi dan Herodian, mereka melontarkan pertanyaan bukan karena mereka tidak tahu jawabannya, tetapi mereka ingin menjerat Yesus. Dengan penuh kesadaran mereka memancing Yesus untuk menyetujui harapan mereka. Jawaban Yesus yang penuh hikmat membuat mereka tidak berkutik. “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” (Mrk. 12:17). Pengalaman saya ketika mendapat pertanyaan yang menjebak saya, “Mbak, seperti orang kudus saja setiap hari renungan.” Ketika orang berkata demikian, sulit bagi saya untuk menjawabnya. Saya bergumul dan bertanya kepada Tuhan, saya mohon hikmat kepada Allah Roh Kudus. “Allah Roh Kudus, apa yang harus saya katakan kepada orang ini?” Tanpa saya pikirkan tiba-tiba saya diberi hikmat Tuhan dan saya mengatakan, “Justru karena saya belum kudus, maka saya melakukan renungan, kalau saya sudah kudus, saya tidak akan melakukan renungan.” Jawaban ini sangat menohok orang yang bertanya, karena dia juga pengikut Kristus. Dan Puji Tuhan, apa yang terjadi selanjutnya dia melakukan renungan setiap pagi.

Kita bukan orang dunia meskipun kita hidup di dunia, namun kita juga harus mengerti dan mematuhi hukum dunia, kita berusaha untuk hidup tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya sampai kebenaran dinyatakan Allah kepada kita. Oleh karena itu mari kita mengajukan pertanyaan tidak lagi dengan kata-kata boleh atau tidak melainkan kita bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Tuhan Yesus memberkati. (ECMW)

Hasil gambar untuk yes or no