Tugas Perutusan

Renungan Minggu 27 Mei 2018, Hari Raya Tritunggal Maha Kudus

Bacaan: Ul. 4:32-34,39-40Mzm. 33:4-5,6,9,18-19,20,22Rm. 8:14-17Mat. 28:16-20

TUGAS PERUTUSAN

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Mat 28:19-20)

Pada tahun 2004, saya mengikuti Kursus/Sentra Evangelisasi Pribadi (KEP.SEP) dan terus mengikuti jenjang program sampai kelas Ajaran Gereja Katolik (AGK) di tahun 2007. Setelah itu saya mulai diarahkan Tuhan untuk tugas perutusan pengajaran dan pewartaan. Saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi pengajar di KEP/SEP, tetapi kalau Tuhan sudah memanggil maka Tuhan juga yang memampukan dan melengkapi. Pada tahun 2008 saya mulai terlibat dalam tugas pengajaran di SEP. 

Sekarang di tahun 2018, saya teringat dulu waktu saya dan sahabat-sahabat seangkatan melayani di KEP Orang Muda Katolik (OMK), di mana saya dan sahabat- sahabat seangkatan begitu bersemangat sampai mempunyai komitmen yang kuat bahwa satu orang pun siap kami layani dengan penuh semangat. 

Tahun ini saya sempat merasa sedih karena kurangnya sahabat-sahabat yang mau melayani di SEP OMK. Saya sedih melihat sebagian anak-anak alumni KEP OMK yang saya harapkan mau kembali membantu melayani ternyata tidak menanggapi (selain yang sudah melayani) sehingga sampai sekarang kami tetap kekurangan tenaga yang melayani. 

Apakah mereka para alumni terus bertumbuh? Sebab ada yang merasa mengalami kemunduran.

Apakah mereka tetap tergabung dalam komunitas-komunitas Kristiani?

Saya merasa sedih karena jumlah yang ikut kursus tahun ini tidak banyak. 

Saya bertanya terhadap diri saya sendiri:

Apakah saya melakukan tugas perutusan pelayanan saya dengan baik? Sepertinya dengan situasi-situasi ini saya tidak melakukan tugas saya dengan baik. Tetapi Tuhan mengingatkan saya dengan berbagai peneguhan-peneguhan:

  1. Firman-Nya mengatakan Dia meninggalkan yang 99 ekor domba yang tidak tersesat untuk mencari satu yang hilang. Begitu besar risiko yang Tuhan ambil untuk mencari satu yang hilang dengan meninggalkan yang 99 ekor. Satu saja sangat berharga di mata Tuhan. Tuhan tidak melihat jumlah.
  2. Puji Tuhan karena Tuhan mengutus dengan tetap adanya sahabat-sahabat OMK yang tetap setia dalam melayani. Tuhan tidak pernah meninggalkan kami bekerja sendirian.
  3. Puji Tuhan hari Jumat kemarin saya melihat bahwa anak-anak yang mengikuti kursus tetap bersemangat dan serius mengikutinya meskipun jumlah mereka tidak banyak. Melalui sharing- sharing yang saya dengarkan mereka mengalami Tuhan dalam mengikuti kursus ini. 
  4. Kata-kata St. Teresa dari Kalkuta yang mengatakan: “Kita dipanggil bukan untuk menjadi sukses, tetapi untuk setia kepada-Nya”

Kita semua diutus untuk menjadi duta Kristus dan dipanggil menjadi alat hadirnya Allah Tritunggal Maha Kudus dalam situasi konkrit sekarang ini. Perasaan saya tidak penting. Tuhan tidak memberi target bahwa saya harus sukses dan berhasil, tetapi Tuhan meminta saya untuk tetap setia dan taat. Yang terpenting adalah saya harus terus bekerja di ladang Tuhan dengan penuh semangat. Kita harus terus bekerja di ladang Tuhan sampai kita bersatu dengan-Nya di Surga. Amin.

Doa: Tuhan Yesus berilah kami hati sebagai hamba dan jangan biarkan perasaan-perasaan kami menguasai kami, agar kami terus menjalankan tugas-tugas perutusan kami dengan penuh semangat dengan setia dan ketaatan yang kuat di bawah pimpinan Roh Kudus. Amin. (VSH)

Hasil gambar untuk matthew 28 19-20