Telur, Wortel atau Biji Kopi

Renungan Jumat 11 Mei 2018

Bacaan: Kis. 18:9-18Mzm. 47:2-3,4-5,6-7Yoh. 16:20-23a

TELUR, WORTEL ATAU BIJI KOPI

Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. (Yoh 16:22)

Kompleksitas dunia dengan beragam masalah yang ada di dalamnya dapat dianalogikan seperti panci dengan air mendidih di dalamnya. Kita dapat bertindak seperti wortel, telur, ataupun biji kopi dalam menghadapinya. Telur yang tampaknya cair bahkan rentan bisa menjadi keras saat masuk ke dalam sepanci air panas masalah kehidupan, berontak bahkan meminta Tuhan yang berubah sesuai keinginannya. Wortel sebaliknya akan menjadi layu bahkan lembek saat lama menghadapi mendidihnya air, tidak mampu menghadapi masalah dunia dan menyerah naik turun mengikuti gelembung-gemebung masalah yang timbul. Sambil memikirkan keruwetan ini ternyata ahh.. wangi seduhan kopi yang membuat saya bersemangat melanjutkan ketikan ini. 🙂

Adakah ada di antara kita yang sedang berduka dalam mengiring Tuhan saat ini? Mungkin tidak dapat promosi kenaikan jabatan ‘cuma’ gara-gara mengikut Tuhan, atau bergumul dalam keluarga yang membatasi kegiatan beribadah? Hmmm… bisa pula bullying dalam komunitas yang mengatakan sok suci bla..bla..bla..

Sebenarnya mudah sekali kita bersyukur saat keadaan sekitar baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap berpegang teguh dan setia saat Tuhan seolah tidak nampak bahkan mungkin dirasa harus berjalan sendirian?

Kalimat “Jer basuki mowo beyo” mungkin cocok dalam keadaan seperti ini; untuk hidup mulia dan bahagia harus berjuang dan berkorban, demikian kata pepatah Jawa. Tuhan senantiasa menyertai kita (Kis 18 : 9-10), maka temukan Dia! Dengan kata lain marilah senantiasa berpikir positif terhadap sekeliling seraya melihat dan mengimani apa yang baik, mulia, luhur dan suci dalam segala hal. Untuk saya pribadi ada solusi jitu yaitu dengan mengikuti kursus evangelisasi baik di KEP atau SEP, karena dalam aktivitasnya saya dikuatkan dengan segala kebenaran warta sukacita-Nya dan terbukti jadi solusi saat butuh sapaan-Nya; serta jangan lupa selalu bersyukur setiap waktu untuk segala yang telah, sedang dan akan terjadi, sebab Yesus memastikan bahwa segalanya akan berakhir dengan kegembiraan dan suka cita seperti perempuan yang baru melahirkan. Kegembiraan ini hanya dapat dirasakan oleh perempuan yang melahirkan, para murid yang notabene bukan perempuan hanya dapat meraba-raba, kegembiraan macam apa itu? Tetapi Yesus mengatakan kegembiraan tersebut adalah kegembiraan yang tidak dapat dirampas oleh apapun, untuk menganalogikan sebuah kegembiraan yang abadi, kegembiraan di mana setiap permintaan dipenuhkan dan setiap harapan dikabulkan.

Serta ingatlah untuk menyertakan Roh Kudus selalu dan setiap saat dalam semua kegiatan hidup, sebab dialah penghibur dan penolong yang sejati. Dialah Roh Kebenaran yang membawa kita kepada seluruh kebenaran Allah. Dialah juga yang menghibur, menolong, memimpin, dan mengajarkan segala sesuatu serta mengingatkan kita akan kekuatan firman yang telah diperkatakan oleh Yesus, yaitu supaya tetap dalam jalan dan kebenaran-Nya.

So, mau jadi telur, wortel atau biji kopi?

Ad majorem Dei gloriam, (vmg).

 

Mari kita doakan “DOA ROH KUDUS” (PS No. 94)

Allah, Bapa yang maha kudus, kami bersyukur kepada-Mu karena Roh Kudus yang telah Kau curahkan ke dalam hati kami. Kehadiran-Nya dalam hati kami telah membuat kami menjadi bait kehadiran-Mu sendiri, dan bersama Dia pula kami telah Kau lahirkan kembali menjadi anak-anak-Mu.

Dialah penghibur dan penolong yang Kau utus dalam nama Kristus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Semoga Dia mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami akan firman yang telah dikatakan oleh Yesus, agar kami selalu di tuntun oleh firman-Nya.

Melalui Roh Kudus-Mu ini, sudilah Engkau membimbing Gereja-Mu, para pemimpin dan pembantu-pembantunya, dan berilah mereka kebijaksanaan sejati. Semoga karena bimbingan-Nya kami semua boleh menikmati buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Semoga Roh Kudus selalu memimpin kami dengan lemah lembut dan ramah, serta menuntun kami dengan cermat dan teguh. Semoga Ia menjadi daya Ilahi di dalam kehidupan beriman dan bermasyarakat, dan mengantar kami masuk ke dalam kemuliaan surgawi untuk berbahagia abadi bersama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Hasil gambar untuk carrot egg coffee bean