Kebenaran Yang Memerdekakan

Renungan Minggu 13 Mei 2018

Bacaan: Kis. 1:15-17,20a,20c-26Mzm. 103:1-2,11-12,19-20ab1Yoh. 4:11-16Yoh. 17:11b-19

HARI KOMUNIKASI SEDUNIA

KEBENARAN ITU AKAN MEMERDEKAKAN KAMU.

Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran. (Yoh 17:18-19)

Mustahil bagi manusia untuk dapat melihat Allah, padahal kecenderungan hati yang terdalam sebenarnya adalah keinginan untuk bersatu dengan Sang Penciptanya itu. Syukurlah karena Allah berinisiatif untuk menyatakan diri-Nya dengan cara menjadi manusia, sehingga dapat dikenali dan dipahami dengan lebih nyata. Melalui Yesus, Allah telah berkomunikasi dengan kita. Komunikasi dengan kata-kata melalui firman kebenaran, komunikasi dengan tindakan nyata melalui pengorbanan-Nya di kayu salib agar manusia dimerdekakan dari penjajahan kerajaan kegelapan. Semua ini dilakukan agar kasih-Nya tersampaikan kepada manusia.

Sekarang  komunikasi dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah, sarana dan kemajuan ilmu pengetahuan memungkinkan kita  menginformasikan segala sesuatu dengan cepat dan dengan daya jangkau yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.  Situasi ini justru seringkali membuat kita tidak lagi berkomunikasi secara cerdas.

Lebih banyak informasi tanpa jaminan kebenaran, yang tersebar melayang ke mana-mana, daripada informasi sejati dalam kebenaran yang tersampaikan. Hal ini malah menciptakan keadaan masyarakat yang skeptis , cenderung pesimis dan apatis, atau sebaliknya menjadi anarkis.

Mengingat kembali kepada tujuan Allah mengomunikasikan diri-Nya kepada kita, yaitu untuk memerdekakan, maka pada Hari Komunikasi Sedunia ini, seharusnyalah kita membuat komitmen untuk mempergunakan seluruh sarana komunikasi, baik verbal maupun non-verbal untuk menyiarkan warta kebenaran yang membuat manusia berani memiliki harapan dan cita-cita, semangat hidup baru, mengalami pembebasan dari perbudakan harta benda, ketamakan, ketakutan dan ketidak-berdayaan manusiawi, sehingga mengakibatkan terjadinya pengkhianatan di banyak bidang kehidupan.

Semoga kebenaran Ilahi tidak lagi dijadikan tunggangan untuk memenangkan ambisi kelompok dan pribadi yang malah menginjak lumat hak asasi manusia yang sepantasnya dihargai dan dijagai.

Untuk mengomunikasikan kebenaran yang memerdekakan sesama inilah, kita diutus.

Doa: Bapa, anugerahilah kami hati yang baru, yang taat akan kebenaran-Mu, sehingga kami hidup sebagai manusia baru, yang selalu siap sedia berjuang demi tercapainya kehendak-Mu bagi sesama. Demi Yesus Tuhan kami. Amin.

-ips-

Hasil gambar untuk the truth will set you free