Ikutlah Aku

Renungan Sabtu 19 Mei 2018

Bacaan: Kis. 28:16-20,30-31Mzm. 11:4,5,7Yoh. 21:20-25

TETAPI ENGKAU, IKUTLAH AKU

Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” (Yoh 21:22)

Hari ini adalah hari terakhir Novena Pentekosta. Gereja melaksanakan Novena seperti yang diminta Yesus pada para murid sebelum kenaikan-Nya ke surga. Mereka dilarang meninggalkan Yerusalem, diminta untuk berkumpul, berdoa bersama, menantikan turunnya Roh Kudus atas mereka sesudah kenaikan-Nya ke surga. Mereka akan menerima kuasa dan menjadi menjadi saksi-Nya di Yerusalem dan di seluruh Yudea, dan Samaria bahkan sampai ke seluruh ujung dunia. Yesus berharap agar para murid tekun, setia, fokus dalam melakukan kehendak Bapa seperti diteladankan-Nya semasa hidup di dunia bersama mereka.

Sebagai manusia, sering sikap saya juga seperti Petrus, yang mendengar Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku”, seperti yang tertulis dalam Yoh 21:19, ingin juga mengetahui apa yang akan terjadi dengan Yohanes, murid yang dikasihi Yesus. Mengapa Yesus hanya berkata kepada dia saja, “Ikutlah Aku”. Entah karena Petrus peduli akan Yohanes atau karena iri yang sering menguasai manusia, sehingga harus berjuang setiap hari untuk mengatasi tujuh cacat jiwa manusia.    

Yesus dengan penuh kasih menegur dan mengarahkan Petrus bahwa urusan tentang Yohanes, itu bukan urusan dia, tetapi urusan Yohanes pribadi dengan Yesus. Dalam Yoh 21:22, Yesus menegaskan sekali lagi, agar Petrus mengikuti Yesus. Ayat ini mengingatkan saya agar jangan ikut campur, atau mau tahu urusan orang lain. Pesan Tuhan bagi saya dalam perikop ini, hendaknya saya mengikuti teladan Yesus yang fokus melakukan kehendak Allah Bapa-Nya, yaitu bagi saya untuk menjadi saksi Kristus dan mewartakan kerajaan Allah seperti yang dilakukan oleh Paulus dalam bacaan pertama. Walaupun masalah dan penderitaan menimpa dia, Paulus tidak pernah mundur menjadi saksi Kristus, dengan selalu fokus mencintai Allah dan melakukan kehendak-Nya, dipimpin dan dibimbing oleh Roh Kudus, kuasa Allah yang maha tinggi.

Doa: Syukur dan terima kasih kami telah Kau pilih menjadi milik-Mu melalui pembaptisan kami. Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, Engkau yang telah memperbarui rasul-Mu melalui Roh Kudus. Mampukanlah kami membuka hati, agar saat kami merayakan Pentekosta besok, kami juga Kau penuhi dengan Roh Kudus-Mu yang dapat memperbarui kami, agar kami dapat melayani Engkau seperti para Rasul- Mu yang menjadikan Engkau sebagai prioritas pertama dan utama dengan penuh kerendahan hati dan ketaatan. Amin. (JW)

 

Hasil gambar untuk follow me hand of Jesus