Hidup Pelayanan Murid Kristus

Renungan Selasa 15 Mei 2018

Bacaan: Kis. 20:17-27Mzm. 68:10-11,20-21Yoh. 17:1-11a

HIDUP PELAYANAN MURID KRISTUS

Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu; aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ. (Kis 20:21-22)

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yoh 17:6-8)

Sangat menyenangkan dan mudah bagi seorang pelayan Tuhan hanya terfokus pada aktivitas pelayanan yang sedang dia jalani, misalnya membawakan firman, mengajar, kunjungan rumah sakit, menjadi panitia suatu kegiatan komunitas perlayanan, anggota tim pujian dan berbagi jabatan tugas kegiatan liturgi di gereja. Ketika aktivitas demi aktivitas menjadi fokus utama kita, sering kita akan makin sulit menghayati esensi panggilan kita sebagai seorang pelayan Tuhan yang bertanggung jawab atas jiwa-jiwa orang-orang yang kita layani bukan lagi hanya fokus menjalankan tugas-tugas atau program yang harus kita jalani.

Dalam kitab Kis 20:17-38 dan Yoh 17:1-11, saya semakin sadar bahwsebagai pelayan Tuhan , saya  harus selalu makin peka terhadap pimpinan Tuhan dalam setiap langkah hidup saya atas tujuan sebagai murid Yesus. Saya belajar bagaimana Rasul Paulus terus mengikuti teladan Yesus dalam hidup pelayanannya setelah Rasul Paulus mengenal Kristus.

Yesus Kristus dan Rasul Paulus merupakan teladan bagi saya untuk lebih menghayati arti pelayanan di mana saya harus berjuang supaya dapat mengikuti arti pelayanan sesungguhnya. Suatu pelayanan yang menunjukkan sikap, perbuatan, kata-kata dan hati saya terhadap jiwa-jiwa banyak orang yang saya temui setiap hari dalam pelayanan.

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. (Yoh 17:6-7)

Saya harus  terus berelasi dengan Allah Bapa, lebih mengenal Yesus melalui firman-Nya dan terus melatih agar memiliki kepekaan terhadap pimpinan Roh Kudus. Tantangan perjuangan kedagingan dan jiwa saya setiap hari supaya saya dapat terus melayani dan menyenangkan Tuhan yang telah memanggil saya sebagai pelayan-Nya. Belajar sabar dan rendah hati, mau mendengar apa yang ingin disampaikan ataupun masalah mereka. Belajar dan mau melihat  kondisi yang dialami, serta cara berpikir, pengetahuan, kemampuan dan perkembangan iman seseorang yang belum tentu sama dengan saya. Maka saya harus belajar rela memberi, berbagi serta mementingkan orang lain.

Belajar dari rahasia pelayanan Rasul Paulus, dapat mengarahkan dirinya dalam setiap pelayanannya  berorientasi mencintai jiwa-jiwa di mana dia diutus Tuhan:

Pelayanan yang berorientasi jiwa atau Man Oriented (Kis 20:18-21, 26, 27). Ini merupakan suatu tantangan spiritual setiap hari bagi kita yang harus kita perjuangkan. Hal ini bisa benar terjadi memenangkan jiwa apabila kita melayani mau bergaul akrab dan rendah hati dengan orang yang kita layani, dan bisa terjadi bila kita mempunyai perhatian dan orientasi kepada jiwanya (man oriented),  bukan kita sekedar berorientasi menjalankan tugas pelayanan sesuai tugas atau program (program oriented). Bukan yang penting programnya berjalan beres. Dari Kis 20:19a orientasi kepada jiwa, kunci utama bisa dilakukan bila kita melayani jemaat Allah dengan segala kerendahan hati dan peka terhadap pimpinan Roh Kudus.

Pelayanan yang berpusat pada Allah atau God Centered (Kis 20:22-25). Betapa pun kita mencintai suatu komunitas atau pelayanan yang telah Tuhan percayakan, bagian kita tetaplah pelayan. Maka, sebagai pelayan harus siap ketika sang Tuan memberi perintah dan melakukan tugas yang baru atau melayani orang yang mungkin tidak kita sukai, suka menyulitkan kita atau membenci kita. Yesus dan Rasul Paulus hanya demi Tuhan Allah Bapa melakukan tugas tersebut dan memenangkan jiwa-jiwa, walaupun jiwa mereka dipertaruhkan. Inilah rahasia dari pelayanan Yesus dan Rasul Paulus.

Siapkah ketika Allah mengutus kita ke ladang pelayanan yang baru? Beranikah kita merelakan kesenangan pribadi demi menjalani kehendak Allah? Kita perlu berjuang dalam kedagingan, agar semakin mempunyai kesadaran bahwa pelayanan adalah milik Allah atau God’s Ministry .  

Pelayanan adalah kesatuan tubuh Kristus atau One Body of Christ . Juga dapat kita pelajari dari hidup rasul Paulus yang adalah usaha untuk menyadarkan jemaat tentang kesatuan antar orang percaya sebagai satu tubuh Kristus. Hal yang sangat diperjuangkan Paulus dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, kesulitan dan penderitaan suatu komunitas di tempat lain adalah juga kesulitan dan penderitaan kita sebagai sesama orang percaya. Dan, kesatuan ini bukan sekedar menjadi niat di hati atau pun ucapan bibir, melainkan harus terwujud dalam tindakan.

Melalui teladan rasul Paulus, kita bisa berkaca dan memperbaiki hidup kita dalam mengerjakan pelayanan yang sedang Tuhan percayakan. Semoga hidup kita semakin menjadi pelayan Tuhan yang sejati yaitu seorang pelayan yang berorientasi jiwa (Man Oriented); pelayan yang berpusat pada Allah (God Centered); pelayan yang memiliki kesadaran bahwa pelayanan adalah milik Allah (God’s Ministry); pelayan yang menjiwai kesatuan tubuh Kristus (One Body of Christ). Semoga kita dapat terus melayani dan menyenangkan Tuhan yang telah memanggil kita. (WN)

Hasil gambar untuk to win the soul