Berbuah Banyak

Renungan Rabu 2 Mei 2018

Bacaan: Kis. 15:1-6Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5Yoh. 15:1-8

BERBUAH BANYAK

Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (Yoh 15:1-2)

Ayat ini mengingatkan manusia lama saat saya belum masuk komumitas, saat saya belum mengenal pribadi Yesus, saat saya belum mempunyai relasi pribadi yang intim dengan-Nya. 

Wajah saya selalu terlihat muram, saya sulit tersenyum, saya mempunyai karakter yang keras, saya selalu berkata-kata kasar, saya tidak bersahabat, saya egois, saya mudah tersinggung, saya sulit menyapa orang apalagi yang belum saya kenal.

Tuhan mengubah karakter saya melalui sakit saya yang akhirnya berbuah. (Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. – Yoh 15:2)

Setelah saya masuk dalam komunitas rohani, saya mulai membina relasi yang intim dengan Tuhan. Secara perlahan, Tuhan mulai mengubah karakter saya. Hari demi hari banyak perubahan dalam diri saya. 

Saya jadi tidak mudah tersinggung, saya bisa dan mau menyapa orang terlebih dahulu, dan saya menjadi orang yang mudah tersenyum. 

Bahkan teman-teman di komunitas yang tidak mengenal manusia lama saya, sering berkata: “Kamu selalu sukacita ya.” 

Ternyata pertobatan akan berbuah damai dan sukacita. Itulah buah Roh. Hanya Tuhan yang dapat memberikan, di saat kita mau melekat pada sang pokok anggur. 

Doa: Tuhan Yesus beri aku kekuatan untuk selalu melekat pada-Mu sehingga aku bisa berbuah lebat seperti yang Kau ingini. Amin. (HFS)

Hasil gambar untuk bear more fruit