Utusan Tuhan

Renungan Kamis 26 April 2018

Bacaan: Kis. 13:13-25Mzm. 89:2-3,21-22,25,27Yoh. 13:16-20.

UTUSAN TUHAN

Selamat pagi sahabat terkasih.

Ketika suatu negara ingin menjalin kerjasama yang lebih baik dengan negara lain, maka yang biasa terjadi adalah negara yang berelasi ini saling mengirimkan utusannya sebagai wakil dari negara yang bersangkutan. Jika diharapkan relasi tersebut terjadi lebih dalam dan lebih akrab lagi, maka utusan tersebut akan tinggal lebih lama di negara tersebut. Dan dalam banyak kesempatan, bahkan relasi ini menjadi permanen, sehingga sang utusan bisa tinggal lama sekali di negara yang satunya. Biasanya utusan ini disebut Duta Besar. Seorang duta besar dari negara A harus dihormati sebagai wakil dari negaranya, dan negara B, tempat di mana dia diutus harus menerima dan menghormatinya sebagai wakil yang berkuasa penuh atas negara A.

Hari ini Injil Yohanes juga menceritakan tentang utusan. Yesus memperkenalkan diri sebagai utusan Bapa. Dan Yesus juga mengatakan bahwa para murid adalah utusan Yesus. Dengan kata lain, Tuhan juga menyebut atau memberi predikat kepada kita semua sebagai utusan-Nya.

Kalau Tuhan memberi predikat kepada kita sebagai utusan-Nya, maka Tuhan Yesus juga memberikan mandat, kuasa dan kepercayaan kepada sang utusan.

Seorang utusan, jelas punya tugas dan kewajiban, tugas kita adalah mewartakan kabar keselamatan. Kita juga mendapatkan kuasa, yaitu membawa terang bagi dunia yang semakin hari semakin gelap. Tuhan Yesus tidak sembarang memilih utusan-Nya, karena Dia percaya penuh bahwa kita bisa mengemban tugas mulia-Nya.

Mari sahabat sadarilah, bahwa menjadi seorang utusan adalah pekerjaan yang mulia, karena Tuhan Yesus mempercayakan keselamatan seluruh umat manusia kepada kita semua. Mungkin kita pernah menolak untuk menjadi utusan Tuhan atau mungkin kita pernah gagal menjadi utusan yang baik. Jangan pernah menyerah, Dia tahu kelemahan dan kelebihan kita, sehingga Dia tidak pernah ragu menjadikan kita semua utusan-Nya.

Tetap semangat, tetap menjadi terang dan tetap mau menjadi utusan Tuhan.

Bapa, aku beryukur, Engkau telah memilih kami menjadi utusan-Mu. Engkau tidak pernah ragu sedikit pun saat memilih kami. Engkau tidak memilih utusan yang hebat, pandai berkhotbah ataupun lancar berdoa dengan kata-kata yang indah, namun Engkau memilih yang sederhana dan mau menjadi utusan-Mu. Ini kami Tuhan, pakai kami dengan segala keterbatasan kami. Terima kasih Bapa, Engkaulah yang kami tinggikan dan wartakan untuk selama-lamanya. Amin.

Tuhan Yesus memberkati. (BVJSW)

Hasil gambar untuk John 13:20