Tinggal Di Dalam Aku

Renungan Minggu 29 April 2018

Bacaan: Kis. 9:26-31Mzm. 22:26b-27,28,30,31-321Yoh. 3:18-24Yoh. 15:1-8

TINGGAL DI DALAM AKU

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh 15:4)

Kata “tinggal” mempunyai arti menetap dalam waktu yang lama, bukan hanya sekedar datang kemudian pergi (mampir). “Tinggal di dalam Aku” berarti datang dan hidup bersama Yesus, bercakap-cakap dan berelasi secara intim bersama Tuhan Yesus. Hari ini firman Tuhan mengatakan sangat jelas bahwa untuk bisa berbuah kita harus tinggal dan hidup bersama Yesus.

Sahabat terkasih, hidup ini dapat diilustrasikan bahwa kita sebagai pipa yang fungsinya menyalurkan air. Apabila pipa itu tidak menancap pada sumber air maka pipa akan kosong dan tidak dapat menyalurkan air (“di luar Aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa”). Kita semua sebagai penyalur rahmat Allah hendaknya melekat penuh pada Sang Sumber Rahmat sendiri.

Mari kita renungkan sejenak, apakah kita sudah sungguh-sungguh melekat dan tinggal di dalam Dia?
Ataukah hanya sekedar mampir (kalo butuh saja)?
Apakah Dia sungguh-sungguh hidup bersama dengan kita?
Ataukah kita hidup menurut kehendak kita sendiri?
Bagaimana relasi kita dengan Dia?
Dalam 24 jam waktu kita, berapa lama yang kita pakai untuk sungguh-sungguh berelasi secara intim dengan Dia, dalam doa maupun membaca firman-Nya?

Para sahabat yang terkasih, jika ingin pelayanan kita berbuah dengan baik dan hidup berkenan kepada Allah, tidak ada jalan lain kecuali kita harus sungguh melekat pada Tuhan Yesus dan hidup sesuai firman-Nya.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yoh 15:7)

Selamat menyatukan diri bersama Tuhan Yesus dalam Ekaristi Minggu Paskah V. Berkah Dalem. (VBP)

Gambar terkait