Teman Seperjalanan

Renungan Minggu 15 April 2018, HARI MINGGU PASKAH III

Bacaan: Kis. 3:13-15,17-19Mzm. 4:2,4,7,91Yoh. 2:1-5aLuk. 24:35-48

TEMAN SEPERJALANAN

Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” (Luk 24:35-36)

Ketika dua orang murid Yesus yang sedang  dalam perjalanan ke Emaus, di tengah jalan mereka ditemui Yesus yang sudah bangkit dan segera kembali ke Yerusalem . Tetapi kedua murid Yesus tidak mengenal Yesus yang sedang berjalan dan bercakap-cakap dengan mereka.Sesampai di Emaus barulah mereka mengenal Yesus yaitu saat mereka makan bersama di mana Yesus memecah-mecahkan roti dan membagi bagikan kepada mereka dan segera mereka mengenali Yesus.

Begitu juga dengan saya, dalam kehidupan rohani, saya membutuhkann teman perjalanan ke Emaus yang dapat saya ajak berdiskusi, bercerita bersama, belajar bersama dan saling menyemangati kehidupan rohani masing-masing.

Saat saya mengikuti kursus di Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) saya bertemu dengan banyak wanita dan ibu, kami berusaha mengenal satu dengan yang lainnya. Tanpa terasa kami sekelas selama tiga tahun sampai di kelas Oikos. Dari banyaknya ibu dan wanita yang menjadi teman saya, ada beberapa yang saya rasakan lebih dekat dan akhirnya Tuhan kirimkan satu orang ibu yang membutuhkan saya. Dia sering menelpon dan bertanya. Karena dia  berasal dari luar kota dan sering komunikasi dan bertemu kami bisa menjadi saling terbuka satu dengan yang lain.Tanpa terasa dalam kehidupan rohani, saya merasakan sangat membutuhkan teman seperjalanan ke Emaus untuk belajar bersama, berdiskusi dan saling menyemangati. 

Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (Luk 24:44-45)

Bagi saya, untuk mengerti arti Kitab Suci yang saya baca, saya membutuhkan Tuhan Yesus untuk menolong saya dan mengartikan Sabda-Nya dan memohon pada Tuhan untuk hati dan membuka pikiran supaya bisa mengerti Kitab Suci, dan dapat melakukan dalam kehidupan saya sehari-hari.

Doa: Ya Bapa, terima kasih atas anugerah yang sudah Kau berikan kepada kami. Buka pikiran kami, hati kami, supaya kami dapat mengerti Sabda-Mu yang kami baca setiap hari, kami renungkan dan kami lakukan dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

Ksm

Hasil gambar untuk three people walking together