Roti Hidup

Renungan Kamis 19 April 2018

Bacaan: Kis. 8:26-40Mzm. 66:8-9,16-17,20Yoh. 6:44-51

ROTI HIDUP

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia. (Yoh 6:51)

Kita sering mendengar istilah hidup di dunia hanya sementara atau hidup di dunia ibarat mampir ngombe (Bahasa Jawa yang artinya singgah untuk minum). Memang benar istilah tersebut karena kita hidup di dunia dibatasi oleh waktu. Suatu saat pasti kita akan menghadapi suatu peristiwa yaitu kematian. Kita tidak tahu kapan kita mati tetapi secara pasti akan menuju ke sana bahkan ada kematian kekal yang abadi. Kematian kekal artinya kita akan hidup terpisah dengan Allah selama-lamanya sehingga tidak mengalami kehidupan surga bersama-Nya.

Hal inilah yang hendak diingatkan oleh Tuhan Yesus di Yoh 6:51, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-selamanya.” Tuhan Yesus membuka jalan kepada kita semua manusia untuk menerima kehidupan yang sesungguhnya disediakan oleh Allah kepada manusia. Sehingga Dia menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup yang harus dimiliki setiap orang yang ingin menerima kehidupan yang kekal walau dia sudah mati.

Tuhan Yesus mengajarkan supaya manusia tidak disibukkan oleh pekerjaan yang sia-sia menghabiskan tenaga dan waktu hanya mencari roti yang dapat binasa yang hanya mengenyangkan sesaat saja. Sedangkan Roti Kehidupan yang ditawarkan Yesus akan membuat orang yang memakannya tidak akan lapar dan haus lagi.

Meskipun orang Yahudi menolak tentang apa yang diungkapkan Yesus bahwa diri-Nya adalah Roti Hidup yang turun dari surga namun Yesus tetap memperkenalkan diri-Nya sebagai Roti Hidup yang diutus oleh Bapa (Yoh 6:44). Lebih jauh Yesus menyatakan bahwa Roti Hidup bukanlah seperti manna yang turun dari surga, ketika orang memakannya tetaplah akan mati. Namun Roti Hidup yang datang dari surga ini, setiap orang yang memakan-Nya akan memperoleh hidup yang kekal.

Tuhan Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup bukanlah ingin mengatakan tidak penting mencari kehidupan jasmani, namun Yesus ingin mengajar kita bahwa ada kehidupan yang mengatasi semua liku-liku kehidupan di dunia ini. Jika kehidupan yang utama itu kita peroleh maka Tuhan akan memberikan roti kehidupan di dunia ini. Tuhan hanya ingin supaya kita mengenal siapa yang mengatasi kehidupan ini dan kita percaya kepada-Nya saja. Oleh karena itu, agar kita selalu hidup hendaklah kita percaya dan setia menyantap Roti Hidup dalam kurban Ekaristi kudus.Sejauh mana selama ini kita bertekun dalam merayakan Ekaristi?

Doa: Tuhan Yesus, Engkau bersabda, “Akulah roti hidup yang turun dari surga. Jikalau seorang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.“ Aku mohon ,mampukan kami untuk selalu rindu makan Roti Hidup yang Engkau sediakan bagi kami melalui Ekaristi. Sebab oleh Ekaristi itulah kami hidup sebagaimana gereja hidup oleh Ekaristi. Amin. (EH)

Gambar terkait