Roti Hidup

Renungan Selasa 17 April 2018

Bacaan: Kis. 7:51-8:1aMzm. 31:3cd-4,6ab,7b,8a,17,21abYoh. 6:30-35

ROTI HIDUP

Bagi para pendengar Yesus kali ini, identitas Yesus masih merupakan sesuatu yang belum mereka pahami. Karena itu mereka masih meminta tanda. Tanda untuk menunjukkan bahwa Yesus datang dari Allah dan mengerjakan pekerjaan Allah.

Permintaan orang banyak itu tentu saja wajar. Wajar karena orang banyak itu belum satu pikiran, satu pemahaman dan satu arah hidup. Orang banyak berpikir seputar roti untuk dimakan sehari-hari, setiap hari harus dicari. Yesus berpikir tentang roti surgawi yang tak lain adalah diri-Nya sendiri. Sebuah roti biasa ketika dimakan menjadi darah daging kita, memberi kekuatan, memberi kehidupan, demikian juga Yesus sebagai roti surgawi. Bedanya adalah roti biasa memberi kekuatan hanya sementara, sedang roti surgawi memberi hidup selamanya.

Memang untuk percaya pada penyelenggaraan Ilahi, membutuhkan keyakinan teguh bahwa Tuhan maha baik. Ia sungguh hidup dan menopang serta memberi kekuatan kepada setiap orang dalam peziarahan hidup. Saya selalu merasakan kebaikan Tuhan melalui peristiwa hidup yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup saya. Saat saya membutuhkan pekerjaan, Dia mampu memberi pekerjaan. Melalui pekerjaan yang Tuhan berikan, Dia menolong saya tepat pada waktunya. Saat ibu saya sakit, Dia mengirimkan malaikat-Nya untuk mencukupkan biaya yang saya perlukan untuk pengobatan ibu saya. Saat saya membutuhkan jalan keluar untuk masalah saya yang berat dan terasa tak mungkin teratasi Allah memberikan jalan keluar yang membahagiakan dan semakin meneguhkan iman kepercayaan saya pada-Nya.

Melalui setiap kasih dan uluran tangan Tuhan dalam hidup saya, saya sungguh merasakan Yesus sebagai roti hidup yang memberikan diri-Nya menjadi bekal dan kekuatan rohani saya, agar dalam segala kerapuhan kita tetap teguh dan setia mengikuti-Nya sambil memikul salib kita masing-masing.

Stefanus pun telah menikmati roti hidup itu. Dia tetap teguh kendati raganya dirajam oleh lemparan batu. Yesus Sang Roti Hidup telah memberi kekuatan pada Stefanus tetap setia sampai akhir. Kini dia telah memperoleh kehidupan bersama Yesus, seperti yang telah dijanjikan Yesus kepada siapa saja yang percaya kepada-Nya.

Doa: Tuhan Yesus kami bersyukur karena Engkau sangat peduli pada setiap jengkal hidup kami. Kami serahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu, penuhi kami dengan cinta-Mu yang akan menjadi kekuatan hidup kami. Amin. (MLEN)

Hasil gambar untuk john 6:35