Percaya Pada-Nya

Renungan Sabtu 7 April 2018

Bacaan: Kis. 4:13-21Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21Mrk. 16:9-15

PERCAYA PADANYA

Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. (Mrk 16:14)

Dalam bacaan Injil Markus hari ini kita bisa melihat bahwa setelah Maria Magdalena dan dua orang murid yang bertemu Yesus menyampaikan kabar bahwa Yesus telah bangkit kepada kawan-kawannya, tetapi mereka tetap tidak percaya. Mereka baru percaya setelah mereka melihat sendiri pada saat Yesus menampakkan diri kepada mereka. Mereka melihat baru percaya.

Kita juga bisa melihat bahwa ini juga terjadi dalam perjanjian lama di mana bangsa Israel yang dipimpin Musa keluar dari Mesir, mereka juga melihat banyak mukjizat yang dahsyat, sepuluh tulah dahsyat bagi bangsa Mesir yang Tuhan kirim, manna dan burung puyuh yang secara ajaib dikirim Tuhan untuk menolong Israel di padang gurun namun begitu cepat mereka menjadi murtad lagi ketika penderitaan mendera mereka. Padahal semua perbuatan besar dan dahsyat Tuhan terjadi di depan mata mereka.

Demikian juga kita, begitu banyak kasih yang Tuhan berikan pada kita, penyertaan-Nya, mukjizat-mukjizat-Nya dalam hidup kita, dan doa-doa kita yang dijawab oleh-Nya tetapi begitu mudah kita melupakan kebaikan-Nya ketika masalah terjadi dalam kehidupan kita.

Mengapa kita manusia sering seperti itu?

Saya teringat bahwa waktu saya baru bertobat di mana saya mulai sering mengalami dan menyadari kasih Tuhan terjadi dalam hidup saya dan bahkan lebih lagi saya diingatkan akan kasih yang telah Dia berikan sebelum-sebelumnya yang saya ingat melalui permenungan dalam doa dan Lectio Divina. Tetapi waktu itu ketika permasalahan terjadi dalam hidup saya, saya juga sering lupa lagi akan kasih-Nya. Saya masih terus saja mudah khawatir, takut dan masih sering mengandalkan kemampuan diri sendiri, daripada berpegang pada firman Tuhan dan mengandalkan-Nya.

Mengapa saya seperti itu saat itu? Yang saya dapatkan adalah bahwa saya masih sering fokus pada keinginan-keinginan saya sendiri dan kurang fokus pada Tuhan dan janji-janji-Nya. Dengan demikian boleh dikatakan bahwa saya masih kurang percaya akan Tuhan dan akan kasih-Nya.

Berjalan dengan waktu dan berbagai kejadian dalam hidup saya; saya semakin merasakan penyertaan-Nya yang tidak pernah berhenti maka saya semakin bertumbuh dan semakin percaya pada-Nya.

Karena itu supaya kita semakin dekat dan mengenal kasih-Nya kita harus belajar fokus pada Tuhan dan percaya pada firman-Nya. Libatkan Dia selalu dalam hal-hal sederhana dalam hidup kita setiap saat setiap waktu.

Jangan pernah lupakan waktu berdoa kita sesibuk apapun kita. Jangan fokus kepada apa yang kita mau yang kita rencanakan tapi bawalah selalu dalam doa sebab Dia tahu yang terbaik bagi kita anak-anak-Nya. Dan sabarlah dan sadarlah bahwa iman membutuhkan proses. Tuhanlah yang akan mengolah-Nya bagi kita. Yang kita harus lakukan adalah setia dan taat kepada-Nya.

Selamat mengalami kebangkitan Tuhan dan kasih-Nya dalam suka dan terkhusus dalam duka. Semua akan indah pada waktunya. Janji Tuhan.

Doa: Allah Bapa kami mohon berbelas kasihlah selalu pada kami anak-anak-Mu. Jadikan kami indah menurut kehendak-Mu agar keselamatan dari-Mu tidak hilang dari kami. Amin. (VSH)

Hasil gambar untuk believe in god