Mata Iman

Renungan Minggu 8 April 2018, Minggu Paskah II, Hari Minggu Kerahiman Ilahi

Bacaan: Kis. 4:32-35Mzm. 118:2-4,16ab-18,22-241Yoh. 5:1-6Yoh. 20:19-31

MELIHAT DENGAN MATA IMAN

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh. 20: 29)

Pada Minggu Paskah II hari ini, Gereja Katolik di seluruh dunia merayakan Pesta Kerahiman Ilahi. Perayaan ini diresmikan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 30 April 2000, bertepatan dengan kanonisasi Santa Faustina. Melalui pesan-pesan Tuhan Yesus Kristus dalam penampakan-Nya kepada Sr. Faustina, kita semua diajak untuk semakin mengimani kerahiman dan belas kasih Allah yang dinyatakan dalam diri Yesus Kristus Putera-Nya. Dan pada hari Minggu Kerahiman Ilahi ini, setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh, dengan syarat menerima Sakramen Tobat, menerima Sakramen Ekaristi pada hari minggu Kerahiman Ilahi ini dan berdoa dalam ujud Sri Paus.

Terkait dengan Minggu Paskah II, Minggu Kerahiman Ilahi, bacaan Injil hari ini yang diambil dari Yoh. 20: 19-31 mengisahkan Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para rasul. Ketika para rasul menceritakan pengalaman mereka melihat Tuhan Yesus yang bangkit, Tomas tidak mau percaya. Meskipun Tomas telah banyak mengalami kasih dan melihat banyak mukjizat yang telah dibuat Tuhan Yesus, tetapi Tomas masih menuntut bukti nyata. Dan ia baru percaya setelah melihat Tuhan Yesus hadir di hadapannya. Dengan rendah hati ia mengakui bahwa Tuhan Yesus sungguh bangkit. Tuhan senang melihat Tomas percaya. Ia tidak menegur Tomas, namun dengan penuh kasih, Tuhan Yesus menegaskan sikap diri-Nya kepada Tomas

 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh. 20: 29)

Saya merasakan, kata-kata Tuhan Yesus Kristus yang ditujukan kepada Tomas, sebenarnya juga ditujukan kepada diri saya secara pribadi.

Telah banyak saya mengalami kasih dan mukjizat Tuhan Yesus dalam hidup saya. Saya juga melihat kasih dan mukjizat Tuhan Yesus dialami oleh orang-orang di dekat kehidupan saya. Terakhir saya melihat kasih Tuhan Yesus yang begitu luar biasa tercurah kepada kakak saya. Sebelum kakak saya berpulang ke rumah Bapa di surga. Setiap hari, pada jam kerahiman, jam tiga sore, Ia selalu mendorong kakak saya untuk setia berdoa Koronka kepada Kerahiman Ilahi.  Dengan kasih-Nya, Ia menumbuhkan iman yang hidup dalam diri kakak saya, sehingga sebelum meninggal dunia, kakak saya mampu memahami “rencana”–Nya, mampu menerima penyakitnya dengan penuh syukur dan penyerahan diri.

Walaupun saya telah menerima begitu banyak kasih dan mukjizat-Nya, namun ketika menghadapi masalah yang pelik, saya kadang-kadang bimbang. Iman saya yang rapuh, kadang-kadang menuntut Tuhan memenuhi keinginan saya menurut mata jasmani dan bukan dengan mata iman saya. Karena itu, hari ini saya bersyukur, Tuhan Yesus kembali mengingatkan saya untuk percaya penuh kepada-Nya agar saya mampu melihat kasih setia-Nya dalam setiap peristiwa kehidupan saya dengan mata iman saya.

Tuhan Yesus Kristus, pagi ini saya bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah mencurahkan begitu banyak kasih dan mukjizat-Mu sepanjang kehidupan saya. Ajar, bantu dan kuatkanlah iman saya yang rapuh ini, agar mampu melihat penyertaan dan kasih setia-Mu dalam setiap peristiwa kehidupan saya dengan mata iman saya. Dan dorong selalu diri saya untuk dapat membagikan pengalaman akan kasih setia-Mu kepada banyak orang di sekitar kehidupan saya, sehingga mereka pun dapat berjumpa, mengenal dan berelasi dengan Engkau, Sang Sumber Kerahiman. Amin.

Tuhan memberkati.

Set

Hasil gambar untuk not seen yet believe