Manusia Baru

Renungan Selasa 10 April 2018

Bacaan: Kis. 4:32-37Mzm. 93:1ab,1c-2,5Yoh. 3:7-15

MANUSIA BARU

“Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali” (Yoh 3:7)

Pada hari ini, Injil berkisah tentang percakapan Nikodemus dengan Yesus. Apa yang ditanyakan oleh Nikodemus dijawab oleh Yesus dengan persoalan kelahiran baru, kelahiran dalam Roh. Apakah Nikodemus menangkapnya? Tidak, ia mempunyai pola pikir yang berbeda. Yang ditangkapnya adalah persoalan kelahiran fisik seperti kelahiran bayi. Lalu apa artinya dilahirkan kembali dalam bacaan Injil ini?

Lahir kembali erat terkait dengan Paskah Kristus. Artinya para pengikut Kristus harus mati bersama Kristus dan bangkit bersama Kristus juga. Mati bersama Kristus berarti mati dari dosa-dosa yang dilakukan setiap saat kehidupan, dalam pikiran, perkataan, perbuatan dan kelalaian. Dengan mati bersama Kristus maka kita akan mengalami penebusan yang berlimpah dari Tuhan Yesus Kristus. Berkaitan dengan mati bersama Kristus, St. Paulus mengatakan: “Jadi kalau kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu bahwa Kristus sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak akan mati lagi, maut tidak berkuasa lagi atas Dia” (Rom 6:8-9).

Lahir kembali berarti hidup dalam kepenuhan oleh Roh Kudus. Roh Kudus yang dijanjikan Yesus sebagai Paraclitus atau sang Penghibur (Yoh 14:26; 15:26). Roh Kudus bekerja memberi kepenuhan hidup sesuai selera-Nya. Itu sebabnya Yesus berkata: “Angin bertiup ke mana ia pergi, dan engkau mendengar bunyinya, tetap engkau tidak tahu dari mana ia datang dan ke mana ia pergi”. Roh Kudus membimbing kita untuk menuju kepada Bapa dan tinggal tetap bersama Dia.

Lahir kembali berarti siap menderita seperti Kristus. Yesus sendiri berkata kepada kita untuk memandang-Nya ketika ditinggikan di atas bumi (disalibkan). Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian Yesus, sang Anak Manusia akan ditinggikan  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal. Sambil memandang Dia yang tersalib, kita semua juga menikmati penebusan yang berlimpah. Yesus telah mempersembahkan segala-galanya bagi kita. Kita lahir kembali karena Roh Allah turut bekerja di dalam diri kita masing-masing.

Sabda Tuhan pada hari ini menguatkan kita semua. Kita percaya pada penyertaan Roh Kudus selalu bagi kita semua. Roh Kudus yang mempersatukan setiap orang yang dibaptis dari berbagai suku dan bahasa, bangsa dan tanah air. Semua orang berbeda-beda ini menjadi sehati dan sejiwa. Segala milik kepunyaan menjadi milik bersama. Semangat berbela rasa ini patut dihayati para pengikut Kristus. Pertanyaannya adalah apakah kita berani tampil untuk melupakan ego pribadi dan mengusahakan persekutuan?

Doa: Allah Bapa yang maha pengasih, kami mohon anugerah-Mu agar kami dapat bertobat dan mengalami pembaruhan di dalam Engkau. Amin.

Hasil gambar untuk manusia baru