Hidup Dalam Pimpinan Roh Kudus

Renungan Senin 30 April 2018

Bacaan: Kis. 14:5-18Mzm. 115:1-2,3-4,15-16Yoh. 14:21-26

HIDUP DALAM PIMPINAN ROH KUDUS

“Semua itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14:25-26)

Refleksi diri :

  • Apakah kita peka terhadap suara Roh Kudus?
  • Seberapa seringkah kita melibatkan Roh Kudus dalam hidup keseharian kita?

Menaati perintah Allah bukan sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan hidup orang beriman. Keharusan itu bukan karena terpaksa, tetapi lahir dari sikap kasih. Kepada kita yang mengasihi Yesus serta berusaha untuk menaati perintah-Nya, Yesus menjanjikan kasih karunia dan kehadiran-Nya dalam hidup kita.

Yesus akan menyatakan diri kepada kita melalui peristiwa hidup kita. Meskipun ketaatan dan kasih kita kepada-Nya belum sempurna, namun Yesus mau menyempurnakan ketaatan iman dan kasih kita kepada-Nya. Karena itu, Yesus menjanjikan seorang Penghibur, yaitu Roh Kudus yang akan membantu kita untuk mengajar dan mengingatkan kita dalam hidup sehari-hari.

Hidup dalam ketaatan iman, harapan dan kasih kepada Allah adalah kebajikan yang harus terus dipelihara, karena kita tahu dan yakin itu akan mendatangkan kasih karunia yang berlimpah dan hubungan yang erat dengan Allah Bapa.

Saya teringat sebuah dongeng yang pernah saya ceritakan kepada anak-anak saya dan kami mengambil apa pesan moral atau hikmat yang dapat kami pelajari dari dongeng tersebut.

Kita  pernah mendengar dongeng tentang Pinokio. Pinokio adalah sebuah boneka kayu yang lucu dan nakal. Pinokio awalnya adalah boneka kayu yang dibuat oleh seorang kakek pemahat kayu, kemudian kakek tersebut menjadi ayah bagi Pinokio, ia bernama papa Geppetto. Papa Geppetto ini sudah tua dan sangat mengasihi si Pinokio. Sayang sekali, si Pinokio mudah sekali tertipu dan jatuh dalam jebakan. Singkat cerita, karena Pinokio suka malas, dan tidak taat kepada papanya, maka si Pinokio diberikan seorang teman yang bernama Jimmy Jengkerik. Jimmy Jengkerik berperan sebagai penolong dan penasehat bagi si Pinokio supaya tidak nakal dan mudah tertipu. Jimmy Jengkerik memang kecil tapi dia dapat berbicara dan menasehati Pinokio.

Itulah sepenggal kisah dongeng si Pinokio. Banyak versi dongeng tentang boneka kayu ini, Tetapi, ada satu hal yang saya ambil sebagai contoh yaitu adanya seorang penolong. Kembali pada kehidupan kita. Sekalipun kita lemah, mudah tertipu iblis serta  mudah jatuh dosa dan terjebak. Tuhan telah mengirimkan seorang ”Penghibur dan Penolong” yang akan  menjadi  penasihat, pengingat, pengajar kita dalam kehidupan kita sehari-hari.

Roh kudus diberikan Bapa buat kita yang mengasihi Tuhan Yesus, dan mau melakukan perintah-Nya. Ada perintah yang sulit kita lakukan, ada perintah yang  kurang kita mengerti, ada perintah yang kita lupa. Tetapi Roh Kudus-lah yang akan menjadi penasihat untuk kita.

Mari kita pertajam mata hati kita, mendengarkan suara atau bisikan Roh Kudus yang telah diberikan kepada kita untuk menjadi penolong bagi kita. Seperti kisah si Jimmy Jengkerik yang membawa si Pinokio keluar dari berbagai masalah dan jebakan.

Bagaimana cara kita mempertajam mata hati kita? Hal sederhana yang harus kita lakukan adalah mempunyai relasi yang akrab dengan Tuhan.

  • Mempunyai waktu setiap hari untuk membaca firman-Nya,
  • Merenungkan dan merefleksikan Firman Tuhan bagi hidup kita,
  • Mempunyai jam doa pribadi setiap hari. Bukan hanya doa permohonan, tetapi juga doa ucapan syukur.
  • Ada saat hening di mana kita berdiam diri, membiarkan Tuhan juga berbicara kepada kita. Komunikasi dua arah, inilah yang harus kita bangun terus dalam hidup keseharian kita.

Kami sering mengajarkan kepada anak-anak tentang peranan Roh Kudus dalam kehidupan mereka. Terlebih jika mereka menghadapi satu peristiwa yang memerlukan bantuan Roh Kudus. Misalnya pada suatu kejadian, anak kami benar-benar ‘blank’ akan soal yang dia hadapi,  kemudian dia berdoa dan mohon bimbingan Roh Kudus bagaimana mencari penyelesaian untuk satu soal yang dia hadapi tersebut. Dengan bangganya, dia bercerita kepada kami bahwa pertolongan Roh Kudus memampukannya untuk menyelesaikan soal tersebut di saat-saat terakhir. Dia selalu bercerita bahwa dia selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Berdoa mohon Tuhan membimbing dan memberkatinya.

Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan dengan mengandalkan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita. Tentunya dengan membangun relasi yang akrab dengan Tuhan, merupakan satu kunci sukses kita untuk menjadi pendengar dan pelaku firman.

Doa: YaTuhan, ajarilah aku untuk hidup taat di bawah bimbingan kuasa Roh Kudus agar aku sanggup selalu mengasihi-Mu dengan terus taat dan berpegang pada perintah-Mu. Ajar aku untuk peka terhadap bimbingan Roh Kudus dalam hidup keseharianku, sehingga aku tidak jatuh dalam jebakan dunia dan berbuat dosa. Amin.

Berkat dan kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kita semua. Amin. (VRE)

Hasil gambar untuk life in the spirit