Gembala Yang Baik

Renungan Minggu 22 April 2018

Bacaan: Kis. 4:8-12Mzm. 118:1,8-9,21-23,26,28cd,291Yoh. 3:1-2Yoh. 10:11-18.

GEMBALA YANG BAIK

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yoh 10:11)

Untuk meyakinkan pendengar-Nya, Yesus mencoba  menggunakan berbagai cara untuk mengungkapkan siapa diri-Nya dan apa yang diperjuangankan-Nya. Yesus mengatakan diri-Nya sebagai “Gembala Yang Baik”. Gembala pada zaman Yesus adalah golongan kecil dan rakyat jelata yang hidupnya berpindah-pindah dari satu padang ke padang yang lain untuk mencari rumput bagi domba-dombanya.

Yesus menggunakan gambaran tentang gembala, kawanan domba, para pencuri dan perampok, untuk menggambarkan hubungan antara diri-Nya, para pengikut-Nya yang sejati, dan orang-orang yang ingin memisahkan Allah dan umat Allah.

Mengapa Yesus  menggambarkan kita sebagai kawanan domba, bukan binatang lain yang lebih kuat seperti gajah, singa, atau gorilla, ini menjelaskan keadaan kita yang lemah tidak berdaya, mudah tersesat dan selalu dalam keadaan bahaya.

Karena kita seperti domba yang lemah maka kita membutuhkan gembala yang dapat membimbing, menuntun kita ke jalan yang benar dan melindungi kita dari serangan si jahat.

Ada dua macam gembala:

  1. Gembala yang baik: gembala yang memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
  2. Gembala upahan, bukan gembala  yang  memilik domba-domba itu sendiri, sehingga ketika melihat serigala datang, gembala ini meninggalkan domba-dombanya dan lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Karakter seorang gembala adalah tekun, tulus, teliti, ulet, setia dan bertanggung jawab. Jika seekor domba tersesat, ia akan berusaha mencari untuk menemukannya kembali. Jika ada domba yang luka, ia akan berusaha membalut lukanya agar sembuh. Karakter seorang gembala ini, menjadi alasan bagi Yesus untuk memberi gambaran tentang diri-Nya, sehingga lebih mudah diterima oleh para pendengar-Nya.

Yesus adalah gembala yang tidak tega bila umat-Nya luka, menderita dan sesat. Yesus ingin agar setiap pengikut-Nya memiliki pribadi dan karakter seorang gembala yang tulus, setia, tekun, ulet dan bertanggung jawab. Semua ini adalah sikap bajik yang diharapkan ada pada setiap murid Yesus di mana mereka berada untuk menjadi berkat dan hadiah bagi sesama. Amin. Tuhan Yesus memberkati. (SWK)

Gambar terkait