Debat Bijak

Renungan Selasa 24 April 2018

Bacaan: Kis. 11:19-26Mzm. 87:1-3,4-5,6-7Yoh. 10:22-30

DEBAT BIJAK

Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.” (Yoh 10:25-26)

Ada nasihat bijak yang mengatakan: Untuk apa memberi penjelasan. Jika mereka tidak suka kepadamu, maka apapun yang kamu katakan, mereka tidak akan mempercayaimu. Tapi jika mereka menyukaimu, tanpa kamu jelaskan pun mereka akan mempercayaimu.

Nasihat ini sebenarnya hanya ingin mengingatkan bahwa kita harus lebih jeli melihat keadaan dan kepada siapa kita berhadapan supaya tidak membuang-buang waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan biaya dengan sia-sia.

Dalam keseharian terkadang kita “terjebak” dalam percakapan sederhana yang  berbuntut menjadi debat kusir. Bahkan terkadang sengaja menghina apa yang kita percayai. Dan parahnya mereka tetap ngotot walaupun bukti telah nyata di depan mata. Contoh yang paling sederhana adalah berita atau percakapan-percakapan di media sosial yang memojokkan/menghina SARA.

Di grup WhatsApp alumni SMA, saya termasuk SARA yang minoritas. Sebagai seorang kristiani, terkadang saya merasa dipojokkan dan terhina dengan percakapan, diskusi dan pernyataan mereka. Mungkin mereka tidak bermaksud menghina karena ada yang tidak menyadari keberadaan saya di grup tersebut. Beberapa kali saya keluar tapi selalu dimasukkan kembali di grup. Sebenarnya ini hal yang sepele tapi cukup membuat kesal karena berulang-ulang harus mengampuni dan memaklumi.

Sampai suatu kali saya menonton video seorang pastur di YouTube. Beliau mengatakan, “Kalau mau berdiskusi harus diperiksa dulu; apakah dia mempunyai otak atau tidak.” Walaupun disampaikan dengan maksud bercanda tapi hal itu ada benarnya. Dan sejak itu saya bisa tetap santai menyikapi berbagai hal terutama yang berkaitan dengan “kritik“ terhadap iman kepercayaan saya. Tuhan Yesus saja mereka tolak perkataan dan tindakan-Nya. Hanya “domba-domba-Nya”-lah  yang dapat mengalami anugerah-Nya, yaitu mempercayai-Nya.

Tuhan Yesus beri kami hikmat-Mu agar bijaksana dalam bersikap dan berkata sehingga semakin banyak orang yang mengalami anugerah-Mu. Amin ! (LO)

Hasil gambar untuk sheep