Bahagia Bersama-Nya

Renungan Rabu 18 April 2018

Bacaan: Kis. 8:1b-8Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7aYoh. 6:35-40

BAHAGIA BERSAMA-NYA

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. (Yoh 6:40)

Bila ada pertanyaan untuk apa manusia bekerja, jawabannya tentu untuk mencari uang. Apabila sudah mendapatkan uang, lalu tentunya dijawab untuk mencukupi kebutuhan hidup. Selanjutnya, apabila kebutuhan hidup sudah dicukupi, lalu dijawab untuk mencapai kebahagiaan.

Gambaran kebahagiaan yang dimaksud di sini adalah kebahagiaan dunia dan untuk mencapai kebahagiaan dunia ini, seringkali manusia menggunakan berbagai cara untuk meraihnya, walaupun kadang cara itu tidak dibenarkan oleh Allah.

Allah mengasihi manusia dan menghendaki agar manusia bukan hanya bahagia di dunia, tetapi memperoleh kebahagiaan sejati yaitu hidup kekal bersama-Nya. Itulah sebabnya Allah mengutus putra-Nya yang tunggal untuk melakukan kehendak-Nya.

Untuk mencapai kebahagiaan sejati, kita harus percaya dan taat kepada Putra-Nya. Melihat kehidupan Yesus dan semua karya-Nya dan dengan bantuan Roh Kudus, kita bisa menjadi percaya dan taat pada kehendak Bapa seperti Yesus Putra-Nya yang adalah teladan ketaatan.

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. (Yoh 6:40)

Sabda Yesus di atas memberi pelajaran kepada kita mengenai ketaatan sejati. Ketaatan yang telah ditunjukkan Yesus selama hidup-Nya di dunia, Ia taat dan pasrah pada kehendak Bapa-Nya. Kehendak Bapa terjadi dalam diri Yesus, dalam sabda, dalam tindakan-Nya, dalam penyerahan diri-Nya untuk menjadi roti hidup bagi banyak orang. 

Tuhan Yesus menegaskan bahwa diri-Nya adalah roti surgawi santapan jiwa yang membawa hidup kekal. Kita yang percaya kepada-Nya telah diberi roti hidup yang membuat kita tidak lapar dan haus lagi, yaitu Sakramen Ekaristi. Dalam Sakramen Ekaristi, kita diberi kesempata untuk bertemu dengan-Nya. Bila kita tidak taat kepada-Nya dan salah jalan dalam mengikuti Dia, maka Tuhan selalu mencari dan menunggu kita. Tuhan selalu memberi kesempatan bagi kita untuk bertobat.

Doa: Tuhan anugerahkanlah Roh Kudus untuk membimbingku agar tidak selalu menuruti keinginan duniawi, tetapi semakin setia dan taat untuk melaksanakan kehendak-Mu sehingga dapat menjadi saluran berkat bagi sesamaku.Terima kasih Tuhan untuk makanan surgawi yang memberikan kehidupan kekal. Amin. (LKME)

Gambar terkait