Penggarap Kebun Anggur Yang Serakah

Renungan Jumat 2 Maret 2018

Bacaan: Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28Mzm. 105:16-17,18-19,20-21Mat. 21:33-43,45-4

PENGGARAP KEBUN ANGGUR YANG SERAKAH

Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. (Mat 21:33)

Tuhan Yesus memberi perumpamaan kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi tentang perumpamaan tuan tanah yang membuka kebun anggur dan menyewakan kebun itu kepada para penggarap-penggarap. Ketika musim panen tiba, tuan itu menyuruh hamba-hambanya datang kepada para penggarap untuk menerima bagian dari hasil panennya.

Tetapi para penggarap itu menganiaya, membunuh, dan melempari batu pada hamba-hamba itu. Akhirnya tuan tanah itu menyuruh anaknya sendiri untuk datang kepada para penggarap-penggarap itu, karena tuan tanah itu yakin bahwa anaknya pasti akan disegani oleh para penggarap itu. Namun ternyata anaknya pun diperlakukan sama seperti hamba-hambanya, dia dilempar keluar kebun anggur lalu dibunuhnya. Karena penggarap penggarap itu tidak mengelolah kebun anggur dengan baik, akhirnya kebun anggur itu diserahkan pada penggarap-penggarap lain, karena penggarap pertama berlaku kejam.

Sahabat-sahabatku perumpamaan ini menyinggung perasaan imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, karena mereka tahu bahwa merekalah yang dimaksudkan Yesus.

Bahwa tuan tanah pemilik kebun anggur adalah Allah sendiri, penggarap-penggarap kebun anggur itu adalah orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat. Hamba-hamba yang diutus tuannya adalah para nabi dan para rasul sedangkan putera tuan tanah itu adalah Tuhan Yesus.

Perumpamaan mengenail penggarap-penggarap yang membunuh putra tuan kebun, mengisyaratkan tentang apa yang akan terjadi dengan Yesus. Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Dia harus wafat di kayu salib karena cinta-Nya yang luar biasa terhadap umat manusia.

Sahabat-sahabatku, para penggarap kebun anggur itu sama sekali tidak memiliki kasih terhadap sesama, mereka tidak hidup dalam kasih, karena itulah mereka tidak mampu untuk berbuat adil. Melalui Markus 21:33-43 ini kita diajak untuk senantiasa bersikap adil terhadap sesama, terutama terhadap staf kita, karyawan, pembantu, juga terhadap sesama kita. Tuhan Yesus menghendaki kita bisa berbuah dan menjauh dari keonaran, kelaliman, dan kebencian.

Marilah pada masa pra paskah ini kita menata rohani kita, sehingga kita dijauhkan dari keserakahan dan kurang berterima kasih kepada Tuhan. Marilah kita senantiasa mensyukuri kasih karunia dan rahmat Tuhan, marilah kita bertobat agar beroleh keselamatan.

Tuhan Yesus menghendaki agar kita memiliki mata hati yang terbuka agar kita mampu melihat karya-Nya yang indah dalam hidup kita. Amin. (TFK)

Gambar terkait