Mengandalkan Kekuatan Allah

Renungan Kamis 1 Maret 2018

Bacaan: Yer. 17:5-10Mzm. 1:1-2,3,4,6Luk. 16:19-31

MENGANDALKAN KEKUATAN ALLAH

Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. (Yer 17:5-6)

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yer 17:7-8)

Yeremia mengingatkan terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatan dan kemampuannya sendiri, yang hatinya menjauh dari Tuhan. Ia seperti orang kaya yang mengandalkan kekuatannya pada hartanya, apa yang dimiliki, dipakai hanya untuk bersenang-senang dan bersuka ria dalam kemewahan.

Sebaliknya diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan, ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air yang tidak berhenti menghasilkan buah.  Seperti Lazarus, walaupun hidupnya penuh dengan penderitaan tetapi dia mengandalkan Tuhan sehingga pada akhir hidupnya ia diberkati Tuhan dan memperoleh hidup abadi.

Mengenai kehidupan saya, ternyata saat saya diberkati Tuhan dengan segala kelimpahan, mulai dari kehidupan yang miskin tidak memiliki rumah, tidak dapat kuliah di perguruan tinggi yang baik, akhirnya mendapatkan pekerjaan yang baik, terus naik pangkat, dan saya merasakan itu kekuatan saya. Semua pencapaian saya, termasuk harta benda dan kedudukan yang saya miliki, yang sudah diberikan Tuhan, tidak saya pakai dengan benar, sehingga pada satu titik posisi yang tertinggi dalam pekerjaan pun saya tidak bisa merasakan damai sejahtera. Saya selalu merasa kurang. Saya seperti orang kaya yang tidak memanfaatkan kekayaan untuk hidup lebih bersandar pada kekuatan Allah.

Akhirnya semuanya habis karena saya salah menjalani hidup. Saya tidak berdoa dengan benar, tidak membaca sabda-Nya, tidak masuk dalam komunitas yang benar, tidak melayani, apalagi bercerita bahwa Tuhan yang memelihara saya. 

Namun ketika saya datang kembali kepada Tuhan dalam keterpurukan, Tuhan tetap mau menerima dan membimbing saya perlahan-lahan untuk menuju pemulihan hidup. Walaupun saya masih merasa kekurangan, tetapi saya sudah mulai merasakan damai dalam hidup saya. Tuhan menuntun saya melalui rencana-Nya yang indah. Terkadang terasa berat, tetapi Tuhan selalu membimbing saya. Tuhan terus memberi saya kesempatan, di mana saja saya boleh berbagi, sehingga semakin banyak umat yang boleh merasakan kasih Allah melalui kesaksian hidup saya bersama Tuhan Yesus.

Doa: Ya Bapa, bantu supaya saya dan saudaraku seiman untuk senantiasa tidak bersandar pada kekuatan sendiri tetapi senantiasa merasakan kebutuhan untuk selalu bersandar pada Engkau. Berkatilah kami semua supaya hidup kami senantiasa berbuah di setiap musim seperti yang Engkau kehendaki dalam diri kami. Amin.

Tuhan Yesus memberkati. (KSM)

Hasil gambar untuk Jer 17:7