Janji

Renungan Kamis 22 Maret 2018

Bacaan: Kej. 17:3-9Mzm. 105:4-5,6-7,8-9Yoh. 8:51-59

JANJI

Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. (Kej 17:9)

Janji adalah suatu ikatan antara dua orang atau lebih, sama seperti yang dilakukan Tuhan kepada Abraham saat dia berumur 99 tahun dan seperti yang kita semua ketahui Abraham menunggu 25 tahun sampai Ishak lahir. Allah juga menjanjikan Abraham akan memiliki keturunan yang luar biasa dan Allah telah menepati janji itu.

Sesungguhnya kita menerima, mengakui, meyakini, jika Allah berjanji pasti akan terpenuhi. Tetapi keyakinan ini kadang goyah, mengapa? Karena cukup sering kita mengalami orang ingkar janji terhadap kita atau kita ingkar janji kepada orang lain, sehingga tanpa kita sadari mempengaruhi kadar keyakinan kita juga akan kebenaran janji Allah.

Kita mulai menyamakan janji manusia dengan janji Allah. Ketika kita menghadapi masalah yang tak kunjung ada jalan keluarnya, kita sudah marah kepada Tuhan, menghakimi Tuhan tidak memenuhi janji-Nya, padahal Tuhan mau kita terus menunggu sampai janji Tuhan itu tergenapi. Tuhan ingin melihat komitmen dan kesetiaan kita. Semua pergumulan dan permasalahan yang kita hadapi  hanyalah salah satu cara Tuhan untuk membentuk karakter kita. Janji apapun yang Allah ucapkan termasuk janji-janji Yesus selalu ditepati dan pasti akan terwujud asalkan kita melakukan bagian kita dan Allah akan melakukan bagian-Nya. Kesetiaan dan takut akan Allah dapat menjamin bahwa seseorang mengenal-Nya dengan sangat baik sehingga memungkinkan orang untuk memperbaiki mutu hidupnya sendiri dan sesama.

Bacaan hari ini mengajarkan kita untuk berpikir baik-baik sebelum membuat janji karena janji itu mudah diucapkan tetapi sulit untuk melaksanakannya. Kalau kita sudah janji maka harus berusaha untuk selalu menepati janji kita baik kepada Allah maupun sahabat kita. 

Manusia pintar mengumbar dan mengingkari janjinya, tetapi Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Mari kita mau melakukan tugas dan bagian kita sebagai anak-Nya dan percaya serta beriman terhadap semua janji-Nya.

Tuhan memberkati kita semua. Amin. (LF)

Hasil gambar untuk promise of God