Hukum Allah Memberikan Kebebasan

Renungan Selasa 13 Maret 2018

Bacaan: Yeh. 47:1-9,12Mzm. 46:2-3,5-6,8-9Yoh. 5:1-16

HUKUM ALLAH MEMBERIKAN KEBEBASAN

Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. (Yoh 5:16)

Shalom, saudara-saudari dalam Kristus.

Pada hari ini kita sudah memasuki minggu prapaskah yang ke-4. Pada bacaan Injil hari ini Tuhan menegaskan kembali bahwa hukum Allah sungguh bersifat membebaskan dan bukan membuat para pengikut-Nya menjadi sengsara. Di Injil Yohanes diceritakan bahwa Yesus menyembuhkan orang lumpuh pada hari sabat yang mengundang perhatian bagi para ahli taurat. Para ahli taurat memiliki aturan bahwa para umat Israel perlu menguduskan hari sabat dengan tidak melakukan apapun terutama mengadakan mukjizat. Pada saat proses penyembuhan orang lumpuh tersebut, Yesus tidak hanya menyembuhkan namun juga memerintahkan orang tersebut untuk mengangkat tilamnya yang juga merupakan pelanggaran pada hari sabat.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, Tuhan sendiri pada hari ini ingin menegaskan bahwa menguduskan hari Tuhan ataupun dalam menjalankan kehidupan rohani kita sebaiknya tidak bergantung pada peraturan tertentu. Seringkali dalam menjalankan kehidupan keagamaan, kita cenderung berpusat kepada apa yang boleh dilakukan atau apa yang tidak boleh dilakukan. Contohnya, ketika menjalani puasa dan pantang, kita sering hanya berfokus pada pantang ini itu dan jam puasa kita harus seberapa lama. Menjalankan kehidupan beragama kita seharusnya adalah hal yang baik namun kita tidak terus berpaku kepada aturan namun terlebih memusatkan segala kehidupan beragaman kita kepada Tuhan, seperti mempersembahkan kehidupan berpuasa dan berpantang kita kepada Tuhan.

Tuhan sendiri terlebih ingin kita menguduskan hari sabat bukan berarti membuat hukum-hukum sendiri menurut persepsi kita yang terkadang justru membuat kita merasa terkekang dan ujung-ujungnya membuat kita malas. Maksud Tuhan menguduskan hari sabat atau menguduskan setiap hari-hari yang dijalani bersama dengan Tuhan adalah Tuhan memiliki kehendak agar setiap hari kita bisa berilaku kudus serta menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Hukum Allah dibuat bukan untuk membinasakan manusia namun untuk membebaskan kita dan menjadikan berkat bagi sesama. Tuhan memberkati. (LTM)

Hasil gambar untuk kebebasan