Berbuah Banyak

Renungan Minggu 18 Maret 2018

Bacaan: Yer. 31:31-34Mzm. 51:3-4,12-13,14-15Ibr. 5:7-9Yoh. 12:20-33

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yoh 12:24)

Pertama saya mendengar sabda ini saat kematian suami saya pada misa kebangkitan tiga hari di mana  dinyanyikan lagu ini sebagai penghiburan bagi saya dan anak-anak yang ditinggalkan. Tidak tahu mengapa, saya menyukai lagu ini walaupun saya tidak mengerti arti sesungguhnya dari firman tersebut. Namun setiap kali saya datang ke Doa Arwah sering dinyanyikan lagu ini dan saya sering merenung, apa makna dari lagu ini.

Roh kudus memimpin pikiran saya dan membuat saya mengerti bahwa apabila kita tidak mati maka tidak akan menghasilkan buah. Kita harus mati sebagai manusia lama kita maka barulah kita akan hidup/dijadikan manusia baru yang hidup dalam tuntunan Roh Kudus, sehingga kita menghasilkan buah. 

Saya merenungkan hidup manusia lama saya, yang begitu tidak mau peduli lingkungan sekeliling saya. Kedua anak saya menjadi anak yang sulit diatur, karena tidak ada kedekatan, keterbukaan dengan saya. Di saat saya dalam iman yang mencari-cari, saya masuk dalam satu komunitas, di mana saya banyak belajar mengenai arti kebersamaan. 

Saya mulai sering bersama dengan anak-anak entah hanya untuk sekedar makan bersama atau mengobrol. Hal itu menjadikan kami semakin akrab satu sama lain. Dulu anak-anak begitu takutnya dengan saya, namun sekarang mereka bisa menganggap saya sebagai teman mereka. Mereka mau bercerita banyak akan masalah mereka. 

Doa: Allah Roh Kudus terus terangi pikiran dan hatiku hingga aku bisa berbuah banyak bagi kemuliaan-Mu. Amin.

HFS 

Hasil gambar untuk John 12:24