Utusan Allah

Renungan Rabu 14 Februari 2018, Hari Rabu Abu

Bacaan: Yl. 2:12-18Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,172Kor. 5:20-6:2Mat. 6:1-6,16-18

UTUSAN YANG MENYENANGKAN HATI ALLAH BAPA

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! (Mzm 51:12-13)

Pada hari Rabu Abu, umat yang datang ke Gereja dahinya diberi tanda salib dengan abu. Ritual Israel kuno menabur abu di atas kepala atau di seluruh tubuh sebagai tanda kesedihan, penyesalan dan pertobatan. Kita diingatkan dengan kalimat “Bertobatlah dan percayalah pada Injil” dan  kesungguhan komitmen kita sebagai orang Katolik dan diberi semangat bagaimana kita para utusan, mengenal terus-menerus dan mencari hati Allah Bapa dan mengenalkan hati Bapa di Surga terhadap umat Allah supaya terjadi pertobatan.

Dasar iman yang terus berelasi kepada Allah merupakan kunci untuk rela melayani dan membawa umat kepada Tuhan. Kita dapat belajar bagaimana Raja Daud utusan Allah memiliki iman yang kuat karena kerinduan untuk terus belajar mengubah dirinya sendiri, untuk dapat  lebih dekat dan mengenal Hati Allah Bapa. Raja Daud melakukan pertobatan total mengakui segala kekurangan dan kelemahannya.

Dasar lain yang kita dapat pelajari untuk makin dekat Allah adalah memiliki kesungguhan yang dalam, mencintai dan setia, bukan kepalsuan atau asal melakukan pertobatan. Terus memiliki iman dan harapan membuat kita tidak mudah mundur bila mengalami kesulitan dalam kehidupan dan melayani Tuhan.   

Saat ini kita yang telah menjadi anak-Nya, telah diubah, dan mau menjadi alatnya dan utusan-Nya, hanya untuk menyenangkan hati Allah Bapa. Utusan-Nya yang mengabarkan pada umat manusia bahwa Bapa di Surga yang memberikan Yesus Kristus Putra-Nya sebagai penebus kita manusia, karena Allah Bapa  sangat merindukan semua manusia bertobat kembali kepada Allah Bapa yang akan memberikan keselamatan dan hidup kekal.

Dalam renungan Rabu Abu ini, kita belajar bagaimana para utusan Allah, Nabi Yoel, Raja Daud, Rasul Paulus dan Yesus melayani Allah Tuhan, Bapa di Surga. Setiap saat  mau melayani  Tuhan, membawa orang yang amat berdosa ke hadapan Allah dan kembali bertobat mendapat belas kasih Allah.

  • Raja Daud, sebagai Hamba Allah yang selalu berharap, hatinya bergantung, memuliakan dengan bermazmur memuji-muji merindukan Tuhan Allah.

Dengan Mazmurnya, Raja Daud juga sebagai utusan Allah yang menyatakan kerinduannya dekat selalu kepada Allah dan Raja Daud rindu agar semua orang di sekitarnya dan  kita serta  manusia sepanjang masa, dapat mendengar dan membaca pengalaman dan pentingnya pesan seruan isi hatinya akan keselamatan manusia hanya pada Allah.

  • Nabi Yoel, Keberhasilan karena tekat dan usahanya dalam Ajakan Pertobatan , perdamaian dan keselamatan . Nabi Yoel dengan sungguh melaksanakan sebagi utusan Allah tanpa menunda , melakukan penyelamatan umat manusia seperti kehendak-Nya. Nabi Yoel mengajak seluruh umat di Sion sungguh sungguh bertobat dan kembali kepada Allah.

“Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. (Yl 2:12-13)

  • Rasul Paulus menasihati kita sebagai utusan-utusan Kristus dan teman-teman sekerja Yesus yang harus tegas dan jelas dalam tujuan pelayanan, terjadinya pertobatan dan penyelamatan dengan  menerima Yesus sebagai Allah Tuhan mereka, setiap saat tidak menunda, karena dikatakannya sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan.

Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. (2 Kor 5:20-21)

  • Yesus Kristus Putra Allah Bapa, sebagai manusia menjadi utusan yang benar benar “mencintai dan mengenal hati Allah Bapa”, dan terus mengajar agar kita selalu rindu dan mengenal Hati Allah Bapa yang sangat mencintai dan melihat kita. Yesus mengingatkan murid-murid-Nya untuk hati-hati dan bertobat jangan sampai ada kepalsuan dalam diri kita terlebih sebagai utusan-Nya.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Mat 6:16-18)

Saya semakin menyadari, segala kerinduan saya sebagai seorang Katolik dan sebagai pengajar di Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP). Bagaimana saya sebagai utusan Bapa yang harus membawa Injil sukacita bagi keluarga dalam kehidupanku sehari-hari pada orang di sekitar saya dan terlebih umat yang belajar di SEP di mana saya ditugaskan. 

WY

Hasil gambar untuk ASH WEDNESDAY