Tuhan Dalam Keheningan

Renungan Sabtu 3 Februari 2018

Bacaan: 1Raj. 3:4-13Mzm. 119:9,10,11,12,13,14Mrk. 6:30-34

MENEMUKAN TUHAN DALAM KEHENINGAN

Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian dan beristirahatlah sejenak!” (Mrk 6:31)

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak para murid setelah selesai menunaikan tugas perutusan mereka, ke tempat yang sunyi untuk mengheningkan diri dan beristirahat.

Begitu sulitnya bagi kita saat ini untuk masuk dalam kesunyian, kita begitu sibuk dengan keramaian dan kebisingan, sampai untuk tidur pun, masih memakai head set di telinga seolah-olah kita takut akan keheningan dan kesunyian dan selalu berusaha mencari  keramaian atau menciptakan keramaian itu sendiri.

Mengapa harus ke tempat yang sunyi? Yesus, sebelum memulai karya-Nya, ia menuju pada kesunyian padang gurun. Apabila Allah menjadikan hal-hal yang besar dari sebuah keheningan, apabila Yesus mengawali karya-Nya dengan mengundurkan diri ke tempat yang sunyi, maka hendaknya kita pun berusaha untuk demikian. Berusaha untuk masuk dalam keheningan, mengawali segala sesuatu dengan sebuah keheningan. Dalam keheningan kita akan menciptakan keintiman, keakraban bersama Allah atau dengan kata lain menciptakan suasana hening dalam diri untuk bertemu Tuhan dalam doa, menjalin keakraban bersama Tuhan dalam sebuah keheningan hati.

Ajakan Yesus, mari kita ke tempat yang sunyi bukan berarti menghindari keramaian, menghindari orang lain, menghindari kesibukan tetapi sebetulnya adalah sebuah ajakan untuk masuk dalam sebuah keintiman, keakraban dengan Allah dalam doa. Hanya dengan keheningan hati, orang akan mampu mendengarkan bisikan lembut yang berasal dari Tuhan.

Bagaimana mungkin hati yang bising, hati yang hiruk pikuk mampu untuk mendengarkan suara Tuhan?

Doa: Bapa, dalam keheningan kami mampu mendengarkan sapaan-Mu, semoga kami semakin berani meluangkan waktu  dan mencari wajah-Mu untuk  memperoleh  kekuatan  dalam  peziarahan hidup kami di dunia ini, karena Engkaulah sumber kekuatan hidup kami, kini dan sepanjang segala masa.  Amin. (IP)

Hasil gambar untuk quiet place to pray