Selektif

Renungan Selasa 6 Februari 2018

Bacaan: 1Raj. 8:22-23,27-30Mzm. 84:3,4,5,10,11Mrk. 7:1-13

BERSIKAP SELEKTIF

Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. (Mrk 7:9)

Kita adalah pengikut Kristus yang tersebar di seluruh dunia. Di sana sini kita berjumpa dengan berbagai praktik adat istiadat bahkan hidup berdasarkan tradisi tertentu. Bagaimana kita menyikapi hal itu?

Pertama, kita tidak boleh menolak atau menerima begitu saja tradisi tertentu. Banyak orang yang telah mengenal dan menerima Kristus namun tetap berpegang pada tradisi yang sudah lebih dahulu mereka yakini seperti orang Farisi dan ahli taurat yang dikenal sebagai orang yang taat kepada hukum taurat. Namun ternyata iman mereka akan Allah dan ketaatannya kepada hukum Taurat justru bukanlah hal yang utama, sebab ternyata tradisi masih dijunjung tinggi, bahkan perintah Allah diabaikan demi tradisi Yahudi. Banyak orang kristiani yang masih berpegang pada tradisi yang sudah lebih dulu diyakini; mencari hari dan jam yang baik untuk melakukan sesuatu kegiatan dan praktik adat istiadat lainnya. Tetapi ketika ditanya maknanya apa, mereka juga tidak mengerti. Mereka menerima begitu saja tradisi itu.

Kedua, kita harus memiliki kemampuan untuk memilah-milah manakah yang selaras dengan iman kita dan mana yang tidak. Bulan November yang lalu kakak saya mau menikahkan anak laki-lakinya. Kakak saya masih belum percaya kepada Kristus tetapi anak dan calon menantunya sudah percaya Kristus. Kakak saya sangat berpegang teguh pada adat istiadat dan kebiasaan leluhur. Namun ajaran dan adat istiadat kebiasaan itulah justru menjadi beban bagi anak laki-lakinya. Banyak aturan yang mengikat misalnya enam bulan sebelum hari pernikahannya dia tidak boleh datang melayat, tidak boleh menjenguk orang sakit supaya tidak terkena sial dan aturan lainnya. Tetapi semua peraturan itu ditolak mentah-mentah oleh anak dan menantunya karena tidak selaras dengan iman mereka.

Ketiga, tetap bersaksi tentang kebenaran iman kita lewat cara hidup. Sebagai seorang kristiani, kita dipanggil untuk berani bersaksi tentang kebenaran dan mengutamakan kasih Allah. Ada banyak kesempatan yang bisa digunakan untuk bersaksi tentang kebenaran iman kita dan  berbuat kasih, dan kita harus melawan arus dunia yang selalu berlawanan dengan arus kasih Allah. Kita tidak perlu takut jika ada benturan atau perlawanan dari dunia yang menghalangi kasih Allah. Inilah saatnya bagi kita untuk semakin menyebarkan dan mewujudkan perintah utama Allah, yakni membagi kasih ilahi yang kita miliki kepada yang lain.

Dewasa ini umat Allah sangat mendambakan gembala yang baik dan murah hati. Pelayanan yang baik dam murah hati, bukan semata-mata pelayanan yang sesuai dengan aturan dan kebiasaan, melainkan pelayanan yang melihat kebutuhan umat. Pelayanan yang menekankan kasih yang murah dan penuh kebaikan, yang sangat didambakan oleh umat Allah. Tidak jarang para gembala dan pelayan gereja justru terjebak dengan peraturan-peraturan yang kaku dan membebani umat. Lewat Injil hari ini Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk tahu membedakan mana hukum dan ajaran Tuhan yang mutlak harus ditaati dan mana sekedar aturan. Bagi Yesus sikap terhadap Allah harus diutamakan dan bukan peraturan manusiawi, apalagi peraturan yang membuat  kita mengabaikan Tuhan dan sesama.

Tuhan memberkati.

LF

Gambar terkait