Pelaku Firman

Renungan Jumat 23 Februari 2018

Bacaan: Yeh. 18:21-28Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8Mat. 5:20-26

PELAKU FIRMAN

“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.” (Mat 5:20)

Para ahli Taurat dan kaum Farisi, mereka adalah orang-orang yang paham tentang Hukum Taurat serta mampu mengajarkankannya dengan sangat teliti dan mendetail. Hukum Taurat yang begitu banyak dan rumit, mereka kuasai dengan baik. Tentu mereka pelajari dengan sungguh-sungguh serta menghafalnya. 

Namun susah payah mereka, kebanggaan mereka, bagi Tuhan tidaklah cukup. Tidak cukup untuk menghantar mereka masuk ke dalam Kerajaan Surga. Tuhan mengharapkan para murid-Nya bukan hanya belajar dan mengerti tentang kebenaran-Nya, namun juga menjadi  pelaku firman kebenaran Tuhan, bahkan lebih daripada pelaku; murid-murid Tuhan adalah pembawa kasih dan kbaikan Tuhan.

Seorang kawan bergurau mengatakan bahwa saat ini dia masuk kursus evangelisasi pribadi sebagai bekal dia yang akan pensiun sebagai pegawai negeri lima tahun lagi yaitu untuk belajar dan praktik menjadi murid Tuhan, supaya setelah pensiun nanti sudah siap menjadi pewarta.

Demikian hendaknya dalam kita mengajar dan mewartakan firman kebenaran Tuhan, kita adalah sekaligus pelaku kebenaran yang membawa kasih serta kebaikan Tuhan.

Berkat Tuhan melimpah bagi semua. (JTI)

Hasil gambar untuk doers of the word