Pakai Aku Tuhan

Renungan Rabu 28 Februari 2018

Bacaan: Yer. 18:18-20Mzm. 31:5-6,14,15-16Mat. 20:17-28

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Mat 20:26-28)

Setiap manusia pasti senang mendapat pelayanan yang istimewa di mana kita dilayani dengan sebaik-baiknya. Namun apakah kita mau melayani sesama dengan baik juga?

Dulu, apabila saya melayani dengan sepenuh hati, maka saya juga akan menuntut orang melayani seperti saya melayani dengan  baik. Jika mereka melayani dengan asal-asalan maka saya akan marah. Namun  dengan bantuan Roh Kudus, saya mulai belajar menerima orang lain apa adanya, saya menyadari siapa diri saya sesungguhnya yang juga mempunyai kekurangan. Dengan demikian maka saya mulai bisa mengasihi mereka sebagai keluarga.

Roh Kudus bisa berkarya dalam hidup kita apabila kita membiarkan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Biarkanlah Roh Kudus berkarya sebebas -bebasnya dalam hidup kita, sehingga kita boleh menjadi pelayan yang setia.

Apakah kita mau membiarkan diri kita dipimpin oleh-Nya dan dipakai sebagai alat-Nya?

Hanya kita pribadi yang bisa menjawabnya, tetapi mari kita katakan, “Saya mau Tuhan. Pakailah hidupku menjadi berkat buat sesamaku, selagi Engkau memberikan kesempatan ini.”

Tuhan memberkati. 

MY

Hasil gambar untuk Pakai Aku Tuhan