Iman Yang Taat

Renungan Jumat 2 Februari 2018, Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

Bacaan: Mal. 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18; Mzm. 24:7,8,9,10; Luk. 2:22-40(Luk. 2:22-32)

IMAN YANG TAAT

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. (Luk 2:22-24)

Bacaan ini mengingatkan saya, bahwa sebagai orang Katolik dulu saya sama sekali tidak mengerti aturan- aturan gereja Katolik. Saya dan suami menikah dengan menerima Sakramen Perkawinan, namun kami tidak mengerti kalau bayi yang lahir harus segera dibaptis. Saya mendidik anak-anak secara Katolik, sejak kecil mereka saya bawa ke gereja, tetapi belum membaptis mereka. Saya berpikir barangkali nanti dewasa mereka berubah pikiran. 

Hal itu membuat saya ditegur oleh romo kepala paroki mengapa saya baru membaptiskan anak-anak saya saat usia mereka sudah besar. Romo menjekaskan bahwa sejak bayi mereka seharusnya sudah dibaptis.

Saat itu saya menyadari kalau saya sudah menjadi Katolik sejak usia 18 tahun, tetapi ternyata saya tidak mengerti apa-apa mengenai ajaran Gereja Katolik. Sekarang saya bersyukur bahwa Tuhan menuntun setiap langkah saya untuk boleh mengenal ajaran Gereja Katolik melalui komunitas saya. Saya ingin mempunyai iman yang taat seperti Bunda Maria dan Santo Yusuf.

Doa: Ya Bunda Maria dan Santo Yusuf doakanlah kami sekeluarga supaya kami mempunyai iman yang taat dan setia. Amin. (HFS)

Hasil gambar untuk obedience faith