Hidup Adalah Kesempatan

Renungan Kamis 8 Februari 2018

Bacaan: 1Raj. 11:4-13Mzm. 106:3-4,35-36,37,40Mrk. 7:24-30

HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (Mrk 7:27)

Berbahagialah orang yang disebut ‘anak-anak’ oleh Yesus. Kita tahu yang dimaksud Yesus adalah orang Yahudi, yang sudah menjadi bangsa pilihan Allah sejak dahulu. Segala ‘fasilitas’ dari Allah pastilah tersedia untuk bangsa ini terlebih dulu. Setelah ‘anak-anak’ ini berkecukupan barulah sisa-sisa ‘fasilitas’ tadi boleh dimiliki oleh anak-anak lain.

Hal ini biasanya normal juga dalam hidup kita. Anak-anak dari satu keluarga, pastilah menjadi prioritas dari segala yang disediakan ayah ibunya. Orangtua akan mendahulukan memberi makanan atau peralatan dan harta milik yang terbaik kepada anak-anaknya, sebelum memberi juga anak tetangganya.

Bagaimana bila ada anak yang menyia-nyiakan kemudahan dari orangtuanya? Anak orang kaya yang tidak mau bersekolah, padahal orangtuanya menjamin pendidikannya?

Bagaimana pula dengan kita?

Tuhan Yesus telah menganugerahkan keselamatan bagi kita. Ia menjamin kita yang percaya kepada-Nya akan bersatu dalam Kerajaan-Nya. Tetapi untuk menikmatinya, kita diperintahkan untuk taat kepada-Nya, berpegang pada kebenaran-kebenaran-Nya, dan menjauhi segala yang tidak berkenan kepada-Nya. Tetapi kita tidak menghargai anugerah ini dengan sungguh-sungguh.

Kita menunda-nunda memperbaiki diri, merasa aman dengan baptisan kita (faham: aku sudah dibaptis, pasti aku selamat apapun yang aku lakukan). Kita bahkan tidak tahu apa sebenarnya perintah Yesus bagi kita, apa kewajiban kita sebagai anak Allah. Sedangkan di sisi lain, orang-orang yang tidak atau belum terbaptis, yang telah melakukan segala perintah-Nya, menantikan karunia itu dan merekapun bisa mendapatkannya.

Kita mengaku diri anak Tuhan, murid dan sahabat Kristus… alangkah ironisnya bila kita tidak memperoleh keselamatan yang disediakan bagi kita. Sedangkan orang yang tidak termeteraikan oleh darah Yesus ternyata lebih pantas memperoleh keselamatan itu karena perbuatannya yang berkenan kepada Allah.

Marilah kita terus berjuang agar keselamatan tidak diambil dari kita karena kita tidak menghargainya. Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri karena hidup ini adalah kesempatan. Kesempatan kita memperjuangkan anugerah keselamatan yang sudah tersedia. Semoga anugerah ini bisa sungguh kita terima pada saatnya nanti.

Doa: Yesus, bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu untuk mampu menyadari perbuatanku yang tidak berkenan kepada Bapa. Amin. (HCLK)

Hasil gambar untuk life is a chance