Hati Yang Tergerak

Renungan Sabtu 10 Februari 2018

Bacaan: 1Raj. 12:26-32; 13:33-34Mzm. 106:6-7a,19-20,21-22Mrk. 8:1-10;

HATI YANG TERGERAK

Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. (Mrk 8:2)

Karena setiap manusia di dalam dirinya ada Tuhan yang bersemayam dalam tubuhnya, di dalam hatinya, orang ini pastilah hatinya tergerak oleh belas kasihan, bila melihat orang lain yang menderita. Perikop hari ini penekanannya adalah ketika Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata : “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini.” 

Sumbernya adalah: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini……dst”. Dalam bahasa kita arek Surabaya: gak tegoan. Orang yang masih memiliki hati “gak tegoan” ini berarti orang baik. Hatinya masih bersih, masih mau menuruti sepuluh perintah Allah. Tetapi, bila dalam sesuatu hal, karena desakan kedagingan manusia, akal budi nya yang lebih dominan, hatinya dijadikan beku tidak tergerak, bisa “tegoan”.

Hari Rabu lalu lewat Markus 7:14-23, Yesus sudah mengingatkan bahwa apa yang keluar dari mulut, itu yang menajiskan. Justru hati yang jahat inilah yang Tuhan sungguh tidak berkenan. TIdak salah apabila Paulus menulis keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, keduanya sangat bertentangan (Gal 5:17).

Sebagai murid-murid Yesus kita diajak melihat peristiwa hari ini di Injil hari ini, supaya hati kita terasah lebih tajam, lebih peka, dan mudah TERGERAK oleh belas kasihan. Semua pasti dimulai dengan yang kecil-kecil misalnya mengunjungi orang sakit, datang ke orang yang tidak punya rumah, tidurnya di pinggir jalan, hidup di daerah kumuh, rumah orang yang tidak punya apa-apa, dsb.

Keinginan Roh inilah yang mengerjakan yaitu mengasah hati agar tergerak oleh belas kasihan, sehingga kita bisa menghasilkan buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, sabar, murah hati, kebaikan, setia, lemah lembut dan penguasaan diri.

Kedagingan sudah nyata BONG KI BUL SER I MA MA (sombong, dengki, cabul, serakah, iri, malas dan marah). Ini yang yang membuat manusia mudah menyembah berhala, sihir, berseteru, benci, memecah belah, dan kepentingan diri yang kuat. Inilah yang dikisahkan di 1 Raj.12 dan 13. Kerajaan Israel terpecah, Raja Salomo mati dan raja dan rakyatnya mulai menyembah berhala, dan memuja allah-allah lain. Allah sungguh tidak berkenan.

Kita murid Yesus yang dipanggil dan diutus-Nya untuk diubah seperti Yesus Anak Manusia, Anak Allah. Kita mau berkomitmen kuat untuk melembutkan hati, jadi peka, hati yang tergerak oleh belas kasihan, mau berbagi, berani memberi dan memberi, sehingga tetap setia melayani Tuhan dan sesama di sekitar kita.

Tuhan memberkati setiap pelayanan kita.

Salam kasih,
Vincent A. Dipojugo

Hasil gambar untuk move by compassion