Gajah Diblangkoni

Renungan Selasa 27 Februari 2018

Bacaan: Yes. 1:10,16-20Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23Mat. 23:1-12

GAJAH DIBLANGKONI

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Mat 23:3)

Saat saya merasakan pengalaman kasih Tuhan yang membawa pada pertobatan pribadi, ada keinginan kuat untuk melayani Tuhan dan menceritakan betapa baiknya Tuhan itu pada semua orang yang saya temui. Bahkan secara khusus saya memiliki keinginan untuk mengajarkan kebenaran sabda Tuhan dan ajaran gereja kepada banyak orang. Saat itu saya berpikir bahwa banyak orang yang memiliki pemahaman yang salah karena mereka tidak pernah mendapatkan pengajaran yang benar.

Ternyata Tuhan memberikan apa yang saya minta yaitu dengan melayani dalam bidang pengajaran. Sungguh hal itu sangat menyenangkan bagi saya untuk membagikan apa yang saya tahu, saya alami dan kebenaran-kebenaran iman sehingga semakin banyak orang mengenal Tuhan dan iman Katolik.

Namun sabda Tuhan hari ini menyadarkan kembali bahwa tidak cukup mengajarkan kebenaran tanpa menjadi teladan dalam perbuatan sehari-hari. Mengajar dengan teladan dalam perbuatan sehari-hari ternyata lebih sulit dibandingkan mengajar dengan kata-kata, dan Tuhan Yesus mengecam hal ini, seperti halnya pada orang-orang Farisi. Yesus bukan mengecam pengajarannya melainkan karena mereka mengajar tetapi tidak melakukannya. Seperti orang sering mengatakan “gajah diblangkoni – iso khotbah ora iso nglakoni”.

Doa: Ya Tuhan, bimbinglah kami selalu untuk bisa mewartakan kebenaran firman-Mu dengan roh yang menyala-nyala. Biarlah dalam kami mewartakan firman-Mu, kami pun mampu melakukan firman-Mu dalam kehidupan kami, sehingga kami bisa menjadi teladan bagi banyak orang. Dengan demikian semakin banyak orang mengenal Engkau melalui pewartaan kami dengan kata-kata maupun perbuatan kami. Amin.

FH

Hasil gambar untuk GAJAH DIBLANGKONI