Belas Kasih

Renungan Minggu 11 Februari 2018

Bacaan: Im. 13:1-2,44-46Mzm. 32:1-2,5,111Kor. 10:31-11:1Mrk. 1:40-45

BELAS KASIH

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” (Markus 1:40)

Mendengar seseorang yang ditipu oleh teman sendiri memang menyedihkan, apalagi jika kita memandang orang tersebut sebenarnya tidak layak untuk berbuat jahat kepada sahabat yang pernah menolongnya, istilah jadulnya seperti pagar makan tanaman. Butuh waktu lama untuk dapat mengampuni dan yang sulit adalah menjalin relasi kembali. Tetapi ada cara ampuh di mana saat mengikuti kelas di Sentra Evangelisasi Pribadi, terutama saat mengerjakan Lectio Divina. Tuhan berbicara pada saya melalui referensi di mana pengalaman Yesus untuk menyelamatkan manusia, justru menjadi kebalikan bagi diri-Nya saat manusia yang Ia kasihi justru memberikan salib kematian.

Apa yang membuat Yesus tetap tegar teguh menerima tawaran salib tersebut? Ternyata dari Markus 1 ini saya menemukan jawabannya, belas kasihan.

Ya, cuma bondho belas kasihan tok, Yesus tergerak hati-Nya dan tetap mengulurkan tangan-Nya untuk menerima salib tersebut.

Di sini bukan persoalan Yesus mampu untuk mengalahkan maut atau membatalkan kematian tersebut, Yesus pasti bisa. Tetapi justru lebih dari itu; tawaran kematian atas ulah manusia oleh Yesus diterima-Nya karena rasa iba dan belas kasih, sebab Dia adalah perwujudan dari kasih sayang yang tak terbatas.

Dia adalah belas kasih Allah dalam tindakan nyata, Dia jugalah inkarnasi dari Allah yang berbelas kasih dengan mengambil tindakan menjangkau mereka yang seharusnya binasa hingga diterima kembali dan diperdamaikan dalam hubungan dengan Allah.

Saat ini belas kasih yang telah diwujud nyatakan oleh pengorbanan Yesus hendaknya juga mengalir melalui kita semua. Jangan biarkan belas kasih itu padam karena berakhir pada pribadi kita, melainkan justru tersebar luas melalui tindakan sehari-hari. Mengasihi orang yang terlupakan, mereka yang terhilang, yang mengalami keputus asaan. Belas kasih yang mengalir melalui kita tidak akan berhenti sia-sia, karena Yesus telah melakukannya lebih dulu terhadap kita, dan hal itu terbukti berhasil. (vmg).

Hasil gambar untuk i want to heal you