Bapa Kami

Renungan Selasa 20 Februari 2018

Bacaan: Yes. 55:10-11Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19Mat. 6:7-15

BAPA KAMI

Sebagai orang Katholik, saya sangat hafal dengan Doa Bapa Kami sehingga sering kehilangan makna saat mendoakannya. Padahal ini adalah doa yang diajarkan Tuhan sendiri.

Bapa kami yang ada di surga: Allah menyebut diri-Nya sebagai Bapa yang selalu menjaga dan memastikan kita kembali ke surga, sehingga di dunia ini adalah tempat sementara dan kita sebetulnya selalu “menderita” di dunia ini.

Dimuliakanlah nama-Mu: kita diminta jadi kudus, supaya dapat bertemu Bapa.

Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga: semangat Yesus adalah menyelamatkan semua manusia sehingga kita pun bertugas untuk menyelamatkan semua manusia melalui pewartaan kita.

Berilah kami rezeki pada hari ini: Tuhan pasti mencukupkan kebutuhan kita dan kita juga diminta untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Dan ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami: pengampunan terjadi saat kita mengampuni orang lain dan mengampuni orang lain harus menjadi kebiasaan baru kita.

Dan jangan masukkan kami ke dalam pencobaan: jangan takut dengan pencobaan karena Bapa pasti beri kekuatan untuk menghadapinya.

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat: meski si jahat sudah dikalahkan tetapi kita tetap harus bergantung pada-Nya agar si jahat tidak menjatuhkan kita.

Tuhan Yesus memberkati. (MHP)

Hasil gambar untuk Our Father