Yesus Menyembuhkan di Hari Sabat

Hasil gambar untuk healing on the sabbath

Renungan Rabu 17 Januari 2018

Bacaan: 1Sam. 17:32-33,37,40-51; Mzm. 144:1,2,9-10; Mrk. 3:1-6

YESUS MENYEMBUHKAN DI HARI SABAT

Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. (Mrk 3:4)

Injil hari ini mengisahkan saat Tuhan Yesus datang ke rumah ibadat pada hari sabat, di rumah ibadat tersebut dia melihat ada orang yang mati sebelah tangannya. Melihat hal itu, hati Yesus tergerak rasa belas kasihan, sehingga Dia menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya itu. 

Namun orang Farisi yang ada di tempat itu, yang pada dasarnya memang sangat membenci Yesus, mereka berusaha untuk menyalah-nyalahkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus dituduh melakukan kesalahan melanggar hukum Taurat, karena berani menyembuhkan orang sakit di hari sabat.

Tuhan Yesus merasa jengkel dengan kedekilan orang-orang Farisi itu dan dengan marah Tuhan Yesus menjawab: “Manakah yang diperbolehkan pada hari sabat? Berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Orang-orang Farisi bungkam tidak bisa menjawab pertanyaan Yesus, akhirnya mereka bersekongkol untuk membunuh Yesus.

Sahabat-sahabatku, Tuhan Yesus datang ke dunia untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit. Barangsiapa percaya kepada-Nya, mukjizat pasti akan terjadi.

Pada bulan Desember 2017 seorang ibu di lingkungan kami yang sudah berumur 76 tahun dan sering sakit, ketika ia periksa ke dokter, disarankan untuk melakukan general check up. Setelah semuanya diperiksa ternyata salah satu ginjal ibu tersebut sudah rusak, sehingga satu dari sepasang ginjalnya harus diangkat (operasi).

Menerima diagnosa seperti itu, ibu tersebut benar-benar shock dan putus asa. Namun kami teman-teman selingkungan dan umat-umat di paroki kami bersama romo dan suster semua mendoakan ibu itu. Ibu itu adalah ketua Worokawuri di mana di dalam kepimpinannya, ibu-ibu Worokawuri di gereja kami benar-benar berkembang dan banyak melakukan kegiatan yang berprestasi. Saat itu putra ibu tersebut sepakat membawa ibu itu operasi di Singapura. Awalnya ada keraguan dalam hati ibu itu tentang kesembuhannya. Tetapi kami semua meyakinkan kepadanya bahwa Tuhan Yesus pasti campur tangan dalam operasi tersebut, dan Tuhan Yesus pasti memberi kekuatan yang luar biasa demi keberhasilan operasi pengangkatan ginjal tersebut. Akhirnya melalui doa yang selalu kami minta kepada Tuhan, ibu itu bisa diyakinkan bahwa Tuhan Yesus akan menyelamatkan dia.

Tanggal 6 Januari 2018 pagi dia berangkat beserta keluarganya ke Singapura dan sore harinya menjalani operasi. Saat operasi berlangsung putra ibu itu mengirim pesan singkat kepada kami semua, romo dan suster untuk mengajak berdoa. Kami semua berdoa dengan penuh iman dan percaya mohon keberhasilan operasi tersebut.

Ternyata puji Tuhan dua jam kemudian kami semua menerima pesan singkat dari putra ibu itu yang menyatakan operasi berjalan dengan sukses, dan ibunya tidak harus dimasukkan ke ruang perawatan intensif karena kondisinya sangat baik.

Sahabat-sahabatku, Tuhan Yesus adalah andalan kita, gunung batu dan tempat perlindungan kita. Marilah kita serahkan segala masalah yang terjadi dalam hidup kita hanya kepada-Nya. Karena bersama-Nya kita akan aman selalu. Amin. (TFK)