Rahasia Kerajaan Allah

Renungan Rabu 24 Januari 2018, Peringatan Wajib St. Fransiskus dr Sales

Bacaan: 2Sam. 7:4-17Mzm. 89:4-5,27-28,29-30Mrk. 4:1-20.

RAHASIA KERAJAAN ALLAH

Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.” (Mrk 4:11-12)

Sesuatu disebut rahasia, ketika tidak disebarluaskan kepada khalayak umum. Rahasia Kerajaan Allah telah disampaikan Yesus secara terbuka hanya kepada para murid-Nya (Mrk 4:11). Untuk itu, Yesus memberi perumpamaan kepada orang banyak tentang banyak hal (Mrk 4:2). Dan hari ini, agar orang dapat memahami rahasia Kerajaan Allah, Tuhan Yesus memberi perumpamaan. Namun setiap orang mempunyai daya tangkap berbeda terhadap sesuatu hal yang dilihatnya maupun yang didengarnya. Begitu pula ketika seseorang mendengar firman Allah. Mendengar bukan hal yang mudah. Bukan karena telinga tetapi melibatkan hati dan jiwa. Ketika hati lusuh atau menjauh, akan sulit untuk mendengar. Begitu pula ketika hati dan jiwa kecewa akan sulit menerima. Kendati demikian, telinga manusia lebih unggul daripada pita rekaman. Sebab, telinga manusia mampu mendengarkan, bukan sekedar mendengar. Manusia yang mendengarkan memberikan perhatian terhadap yang didengarkannya. Seperti Daud yang mempunyai keinginan untuk mendirikan rumah Tuhan. Dia mendengarkan perkataan Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Natan bahwa bukan dia yang akan mendirikan rumah Tuhan tetapi anaknyalah yang akan mendirikannya (2 Sam 7:12-13). Dan dia taat terhadap firman Tuhan itu.

Hal Kerajaan Alah disampaikan Tuhan Yesus kepada orang banyak dalam bentuk perumpamaan dari dunia pertanian. Dia mengisahkan tentang seorang penabur yang menaburkan benih di tanah dengan tingkat kesuburan berbeda. Yesus sendiri bertindak sebagai penabur karena Dialah Sang Sabda. Sabda Allah adalah benih yang ditaburkan, dan lahannya adalah hati manusia. Ada empat kondisi hati pendengar: pertama, pendengar yang amat rentan, hatinya masih tertutup sehingga tidak peduli dengan kekuatan sabda yang didengarnya, itulah yang dilambangkan sebagai tanah yang di pinggir jalan. Kedua, pendengar yang hatinya gembira ketika menerima sabda tetapi kurang merenungkan sehingga tidak berakar, orang mudah berubah pikiran ketika mengalami penindasan baik secara ekonomi, sosial maupun iman. Orang ini sulit meninggalkan zona nyaman, maka dengan mudah dia meninggalkan Yesus. Itulah yang dilambangkan tanah yang berbatu-batu. Ketiga, pendengar yang baik, merenungkan dan berusaha melakukannya. Namun ketika jabatan, kekayaan, kenikmatan hidup ditawarkan kepadanya dan menguasai pikirannya, Sabda Allah tidak berbuah bahkan segera tersisihkan. Itulah kondisi hati orang yang dilambangkan sebagai tanah yang bersemak duri. Keempat, pendengar yang baik, dengan hati terbuka merenungkan kembali sabda yang didengarnya, berusaha memahami dan merefleksikan dalam kehidupannya serta melakukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga berdampak bagi pribadinya maupun orang-orang yang ada di sekitarnya, bahkan menghasilkan buah yang berlipat. Buah sabda Allah terarah kepada pola pikir, kata-kata dan tindakan kasih.  

Bagaimana hidup kita bisa berbuah berlipat? Kita dapat belajar dari St. Fransiskus dari Sales. Meskipun dari keluarga kaya, dia mau meninggalkan zona nyaman untuk belajar hingga bergelar doktor dan pada 18 Desember 1593 usia 26 tahun, ditahbiskan menjadi imam. Pada 8 Desember 1602, dia dipilih menjadi Uskup Geneva, Swiss hingga meninggal pada 28 Desember 1622, dibeatifikasi oleh Paus Aleksander VII pada 8 Januari 1661 kemudian dinyatakan sebagai orang kudus (Santo) pada 8 April 1665 oleh paus yang sama.        

Belajar dari Sabda Tuhan hari ini dan dari Daud serta St. Fransiskus dari Sales, kita diajak mendengarkan sabda dengan hati yang terbuka agar menghasilkan buah kasih, sukacita dan damai sejahtera bagi diri sendiri dan sesama sehingga rahasia Kerajaan Allah nyata dalam kehidupan kita. Amin. (ECMW)

Hasil gambar untuk kingdom of god