Percaya Adalah Kunci Keselamatan

Renungan Selasa 30 Januari 2018

Bacaan: 2Sam. 18:9-10,14b,24-25a,30-19:3Mzm. 86:1-2,3-4,5-6Mrk. 5:21-43

PERCAYA ADALAH KUNCI KESELAMATAN

Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mrk 5:28)

Teringat pengalaman masa kecil, ketika menonton sirkus di Gelora Sepuluh Nopember Surabaya. Saat itu pemain mengayuh sepeda di atas kawat baja dengan ketinggian seratus meter. Saat mulai mengayuh penonton memberi semangat dengan bertepuk tangan sangat meriah. Di tengah perjalanan penonton semua menjadi diam, suasana menjadi hening ketika sepeda bergoyang-goyang diterpa angin yang sangat kencang. Dengan keahlian yang dimilikinya, pemain itu berhasil menyelesaikan tugasnya dan kembali membuat penonton bertepuk tangan sangat meriah. Setelah itu MC mengumumkan siapa yang berani ikut naik sepeda. Semua penonton terdiam. Tiga kali MC mengumumkan sampai akhirnya ada seorang anak yang maju dan naik bersama pemain sirkus tadi dan dia berhasil melintasinya. Para penonton penasaran siapakah anak itu. Setelah ditanya ternyata dia adalah anak pemain sirkus tadi.

Sahabat terkasih, Injil hari ini berbicara tentang buah dari orang yang percaya. Yairus pemimpin rumah ibadat anaknya diselamatkan, dan wanita yang menderita pendarahan disembuhkan. Yairus percaya kalau Yesus mampu menyembuhkan anaknya, meskipun orang-orang berkata anakmu sudah mati, dia tetap percaya dan meminta Yesus untuk menemui anaknya dan anaknya pun menjadi sembuh.

Demikian juga wanita yang menderita pendarahan selama 12 tahun. Semua hartanya sudah habis untuk mencari kesembuhan, tetapi tidak ada seorang tabib pun yang mampu menyembuhkannya. Akhirnya dia mendengar Yesus sang tabib agung melewati daerahnya, maka dia pun sekuat hati dan tenaga berusaha untuk bisa menjamah jubah-Nya. Bukan suatu perkara yang mudah untuk bisa mendekati Yesus. Fisik yang lemah dan banyaknya orang yang mengerumuni Yesus merupakan hambatan yang sangat berat bagi dia. Namun tekad dan kepercayaannya yang sangat teguh akan kesembuhan melalui Yesus membuat dia akhirnya berhasil menjamah jubah Yesus dan sembuh.

Sahabat terkasih, dari tiga peristiwa tadi dapat kita simpulkan bahwa “percaya” adalah kunci keselamatan. Anak yang percaya pada kemampuan bapaknya bisa selamat, Yairus dan wanita yang mengalami pendarahan percaya bahwa Yesus mampu menyelamatkan.

Mari kita refleksikan pada diri kita, “Apakah saya sudah memiliki iman seperti iman Yairus dan perempuan yang mengalami pendarahan itu?”

Selamat berjuang dalam iman, Tuhan Yesus memberkati. (VBP)

Hasil gambar untuk mark 5:28