Marketplace

Renungan Jumat 26 Januari 2018, Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus

Bacaan: 2Tim 1:1-8 atau Tit. 1:1-5Mzm. 96:1-22b-3.7-8a.10Luk. 10:1-9;

MARKETPLACE

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. (Luk 10:1)

Selamat pagi Sahabat.

Dalam dunia bisnis, Jack Ma bukanlah nama yang asing. Bahkan akhir-akhir ini, nama itu begitu sering didengar. Dia adalah pemilik bisnis daring (online) Alibaba. Dalam usianya yang tahun ini 54 tahun, saat ini dia adalah orang terkaya di China dengan kekayaannya ditaksir sekitar USD 37 miliar. Namun, siapa yang pernah menyangka bahwa Jack Ma kecil adalah seorang anak yang lahir dari keluarga miskin. Karena kegigihannya, dia yang lulusan sekolah keguruan, berusaha menggapai mimpinya dengan mendirikan perusahaan komputer. Sebenarnya konyol juga, karena dia sendiri pada dasarnya tidak mengerti komputer. Yang dia punyai adalah, dia tahu ada market place atau pasar yang bisa dimenangkannya.

Sahabat, ada peribahasa mengatakan di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Injil hari ini mengisahkan tentang ke tujuh puluh murid yang diutus pergi berdua-dua. Tujuannya jelas, yaitu mendahului Tuhan Yesus ke setiap tempat yang akan dikunjungi-Nya (Luk 10:1). Atau dengan kata lain, Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya ke market place, tempat di mana Tuhan akan menuai jiwa-jiwa.

Kita adalah murid-murid Tuhan Yesus di zaman moderen. Tugas kita sama dengan ke tujuh puluh murid, pergi ke marketplace untuk menuai jiwa-jiwa. Tidak mudah melakukan tugas ini, namun ingat kembali peribahasa di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan, ditambah lagi, kita mendapat kuasa dari Tuhan Yesus (Luk 10:9, 19).

Sahabat, tidak ada sesuatu pun yang lebih Tuhan inginkan dari hidup kita, selain membawa sebanyak mungkin keselamatan bagi jiwa-jiwa.

Satu tahun yang lalu, saya mendapat hadiah yang luar biasa, seorang dokter katakan bahwa saya mengalami masalah dengan katup jantung saya. Rasanya begitu menyakitkan mendengar kabar ini. Betapa tidak, mami dan kakak saya meninggal karena serangan jantung. Awalnya terasa begitu berat, tetapi seiring berjalannya waktu, karena pelayanannya yang cukup padat, maka kekhawatiran itu mulai terlupakan.

Ternyata Tuhan punya rencana yang luar biasa, di suatu kota, saat saya pelayanan, ada seseorang yang divonis sakit jantung juga. Sikap hidupnya berubah drastis sejak dia mengetahui sakitnya. Saat saya diminta memberikan semangat kepada orang ini, seketika itu juga saya ingat, Tuhan sedang menunjukkan marketplace bagi saya. Dengan pengalaman sakit yang saya alami dan saya yang sudah tidak pernah khawatir lagi, maka saya bisa menguatkan orang ini. Sungguh luar biasa jalan yang Tuhan berikan. Saya semakin yakin, bahwa hidup saya akan Tuhan pakai untuk membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan.

Terima kasih Tuhan.

Bapa Engkau mengenalku, lebih dari siapapun, Engkau tahu ceritaku dan isi hatiku. Tak peduli masa lalu, Engkau tetap memilihku. Ubahkanku, sempurnakan, jadi karya yang indah. Kini aku percaya, tiada yang mustahil bagi-Mu. Kuasa-Mu kuatkanku dasarku berharap. Kini aku berserah, pada rancangan-Mu bagiku. Ku ikuti panggilan-Mu, ku kan setia sampai akhir hidupku..(lirik lagu Sampai Akhir Hidupku oleh JPCC Worship).

BVJSW

Hasil gambar untuk evangelize the marketplace